Prayit: ‘R-TAR dan Industri Rokok Bagaikan Dua Sisi Mata Uang’

BETANEWS.ID, KUDUS – Gelaran acara Sarasehan Tembakau dan Expo Ekonomi Kreatif di Museum Kretek mendapat antusias luar biasa dari masyarakat Kudus maupun para pegiat tembakau dari berbagai daerah. Hal itu diungkapkan oleh Yit Prayit, Lurah Republik Tembakau Akar Rumput (R-TAR) Muria Raya.

Pria yang juga tergabung di Forum Kamis Legen (Kalen) itu menjelaskan, acara tersebut hanya sebagai pembuka saja. Menurutnya, yang terpenting adalah konsistensi R-TAR dalam bergerak untuk menjaga kretek sebagai kebudayaan Indonesia.

Yit Prayit, Lurah Republik Tembakau Akar Rumput (R-TAR) Muria Raya. Foto: Ahmad Rosyidi.

Baca juga: Sukses Gelar Expo Ekonomi Kreatif di Museum Kretek, Disbudpar Kudus Dapat ‘Angin Segar’

-Advertisement-

“Hasil sarasehan sangat bagus, kami dapat memetakan budaya kretek yang tidak bisa terpisahkan dengan industri kretek. Adanya industri ini juga karena adanya budaya menghisap kretek. Ini seperti dua sisi mata uang, berbeda tapi satu kesatuan,” jelas jurnalis senior di Kudus itu.

Ia juga membeberkan, hasil sarasehan tembakau yang juga menghadirkan pihak Bea Cukai Kudus. Pihaknya mendapat apresiasi dan masukan terkait gelaran acara berisi edukasi tembakau. Bahwa ada anggaran Serapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang bisa diakses untuk acara seperti itu.

“Meski teman-teman dari Bea Cukai tidak punya kewenangan untuk medatangkan regulasi baru, tapi setidaknya ada angin segar, mereka bisa menyampaikan pesan kami. Para pelaku industri maupun para pemerhati budaya kretek,” terangnya.

Nicotiano Omerta (49), satu di antara tiga orang pendiri R-TAR juga hadir pada acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus bersama Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kudus dan R-TAR itu mengungkapkan, bahwa pihaknya memiliki 1.600 anggota aktif. Selain anggota resmi, dia juga menganggap semua perokok di Indonesia merupakan bagian dari R-TAR.

“Ke depan kami akan merangkul Bea Cukai agar bisa mengedukasi masyarakat menjadi perokok yang bijaksana dan bijaksini. Bijaksana itu berurusan dengan orang lain serta lingkungan. Dan bijaksini itu bijak dalam urusan pribadi. Meski merokok harus tetap menjaga kesehatan,” ungkap pria asli Jakarta itu, Minggu (19/2/2023).

Baca juga: Hadiri Expo Ekonomi Kreatif di Museum Kretek, Hartopo Sebut Kudus Kota Ajaib

Nico sapaan akrabnya melanjutkan, sebelum acara di Kudus, R-TAR juga menggelar kegiatan serupa di sejumlah tempat. Di antaranya, Salatiga, Semarang, Cianjur dan Jakarta. Pihaknya memang mendorong agar R-TAR Muria Raya dapat segera dibentuk.

“Kami memang mendorong R-TAR Muria Raya segera dibentuk agar dapat mengawal kecintaan kita terhadap tembakau Nusantara. Dan hari ini akan kita angkat secara resmi lurah R-TAR Muria Raya,” lanjutnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER