BETANEWS.ID, KUDUS – Aris Yuni Astuti seorang pegiat fashion Kudus memiliki mimpi mengenalkan baju adat Kudus ke tingkat nasional. Tidak pernah lelah dan menyerah, pemilik Magenta Wedding Galery itu, kerap mengikuti ajang pertunjukan fashion untuk mewujudkan cita-citanya.
“Saya kemarin membawa baju adat Kudus untuk show ke Jakarta di Kementerian Perindustrian. Mereka sangat excited tentang baju adat Kudus,” katanya pada Betanews. id, Kamis (29/12/2022).
Mencintai baju adat Kudus, lanjut Aris, telah ia mulai sejak pindah dari Semarang. Saat itu, Aris masih melihat baju adat Kudus hanya digunakan saat momen-momen tertentu saja. Ia lalu berupaya untuk memodifikasinya menjadi lebih menarik.
Baca juga: Dengan Sentuhan Kreatif dari Yuni Astuti, Baju Adat Kudus Jadi Lebih Keren
“Saya sudah mengobrol banyak pihak, sebelum saya memodifikasi baju adat Kudus. Tapi saya tidak meninggalkan ornamen aslinya selain kebaya.Tujuan saya pun agar semakin cantik dan membuat orang tertarik, ” imbuhnya.
Adapun yang Aris modifikasi, yaitu pada baju kurung beludru yang ia ubah menjadi kebaya. Akan tetapi, ia masih menggunakan ornamen lainnya, seperti selendang toh watu, kalung, caping kalo dan kain batik.
“Hasil dari modifikasi itu, tahun 2015 ada pengantin yang ingin menggunakan baju adat Kudus dan itu yang pertama kali. Kemudian saya upload di media sosial saya, mulai dari itu banyak anak muda yang tertarik seperti digunakan untuk prewedding, fashion show, hingga sekarang, ” terangnya.
Baca juga: Toko Hokkitama, Tempat Persewaaan Baju Adat Korea Selatan di Kudus
Ia berharap baju adat Kudus juga bisa dijadikan baju pernikahan yang dikenal luas, layaknya adat Solo dan Yogyakarta yang sering dipakai pengantin oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya baju adat Kudus tidak kalah menarik, unik, dan cantiknya jika dijadikan baju adat nasional.
“Saya tidak akan pernah berhenti untuk memperkenalkan baju adat Kudus. Tidak hanya masyarakat Kudus saja, tapi bisa dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

