Ratusan Rumah di Jati Wetan Terendam Banjir, Surutnya Bisa Berbulan-Bulan

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras yang terjadi sejak Jumat (30/12/2022) kemarin masih saja terus turun hingga Sabtu (31/12/2022). Hujan itu seperti membawa nasib buruk bagi ribuan warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus yang rumahnya terendam banjir. Akibat banjir yang sudah jadi langganan itu, puluhan warga setempat terpaksa mengungsi ke Aula Desa Jati Wetan.

Kepala Desa Jati Wetan, Agus Susanto mengatakan, sejak sekitar sebulan banjir sudah melanda di desanya. Namun, paling parah terjadi semalam dengan ketinggian banjir sampai satu meter.

Seorang warga sedang malintasi banjir di Desa Jati Wetan. Foto: rabu Sipan

“Ada tiga dukuh yang kebanjiran, yakni Dukuh Barisan, Gendok, dan Tanggulangin,” ujar Susanto kepada Betanews.id, Sabtu (31/12/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Ketinggian Banjir di Tanjungkarang Capai 40 Cm, Banyak Motor Mogok

Dia mengungkapkan, akibat banjir tersebut berdampak pada sekitar 280 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 2,5 ribu jiwa. Karena tingginya air banjir, ada 35 kepala keluarga yang ngungsi di Kantor Balai Desa Jati Wetan.

“Sudah ada yang mengungsi. Sekitar 35 KK dan 70 jiwa. Sementara yang lain tetap memilih bertahan di rumahnya,” beber Susanto.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi itu dikarenakan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Selain itu, debit air Sungai Wulan yang tinggi juga jadi penyebab banjir di sebagian wilayah desanya.

“Karena debit air Sungai Wulan yang tinggi tersebut, air yang menggenang di tiga dukuh jadi tak bisa mengalir. Sehingga mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Untuk logistik bagi pengungsi, kata dia, pihak desa sudah menyiapkannya. Tak hanya itu, bantuan logistik juga ada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Palang Merah Indonesia (PMI) serta dari Corporate social responsibility (CSR) perusahaan swasta.

Baca juga: Kawasan Simpang Lima Semarang Sering Banjir, Ganjar Sampai Tanya Letak Drainasenya di Mana

“Untuk logsitik bagi pengungsi insyallah aman untuk dua hari ke depan. Selain itu obat-obatan dan tim medis juga sudah disiapkan di pengungsian,” jelasnya.

Dia berharap, debit Sungai Wulan segera turun sehingga banjir di Dukuh Barisan, Gendok dan Tanggulangin segera surut. Sebab jika debit air di Sungai Wulan tak turun maka banjir bisa sampai sebulan bahkan lebih.

“Semoga hujan cepat reda, serta debit air Sungai Wulan juga lekas turun. Sehingga banjir di desa kami juga cepat surut,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER