31 C
Kudus
Rabu, Februari 18, 2026

Rintis Jual Sempolan untuk Modal Nikah, Kini Malah Bisa Hidupi Keluarga Fajar dan 2 Karyawannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Arif Fajar Nugroho tampak membantu pria di lapak sempolan dan telur gulung Inul miliknya di depan Taman Krida Kudus. Mereka berdua bahu membahu melayani para pembeli yang datang silih berganti membeli jualannya itu.

Usai melayani pembeli di lapak yang buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 23.00 WIB itu, Fajar bersedia menjelaskan kisah awal mula merintis usaha sempolan tersebut. Ia menuturkan, usaha tersebut bermula saat dirinya masih bekerja di pabrik mainan di Karanganyar, Demak. Setelah paginya kerja di pabrik, malamnya ia langsung menjajakan sempolan di area Gor Kudus.

Dua orang warga sedang membeli sempolan di depan Taman Krida. Foto: Kaerul Umam.

“Memilih berjualan sempolan karena sebelumnya sering membeli dan saya suka dengan jajanan satu ini. Selain itu, dulu yang jualan sempolan tidak sebanyak sekarang, dan peminatnya banyak,” beber Fajar kepada betanews.id, Senin (22/11/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Sempolan Krispi dan Telur Gulung Inul di Taman Krida Ini Terjual hingga 750 Tusuk Sehari

Menurutnya, usaha itu dirintis juga ada niatan untuk modal nikah. Tak disangka, usaha itu terus berkembang dan kini malah sudah punya dua lapak di depan Taman Krida dan di Alun-Alun Kudus.  

“Memang waktu pacaran usaha bareng-bareng buat nikah. Dari pada seperti muda mudi lain pacaran aja tanpa ada manfaatnya, lebih enak pacaran sambil usaha. Toh dilihat orang juga malah lebih baik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ia mulai berjualan sempolan itu sejak pertengahan 2019 yang lalu. Menurutnya, bulan pertama berjualan, pembeli tidak begitu antusias lantaran belum ada yang kenal. Setelah satu bulan berjalan, usahanya itu ada perkembangan dan peningkatan penjualan.

“Tadinya sehari hanya bisa jual 20 tusuk saja. Setelah berjalan sebulan penjualan naik dan bisa menjual 100 tusuk sehari. Kemudian saat itu semakin semangat berjualan,” ungkap warga Desa Demaan RT 4 RW 4, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.

Baca juga: Kisah Kevin, Sarjana Hukum yang Pilih Usaha Kuliner Ketimbang Rintis Karir di Pengadilan

Setelah satu tahun berjalan, lanjut Fajar, ia memutuskan untuk resign dan fokus mengembangkan usaha. Kini, usahanya itu sudah punya dua karyawan yang jualan di dua tempat tersebut. Setidaknya di Taman Krida ia mampu menjual 500 tusuk sehari di hari biasa dan 750 tusuk di Hari Sabtu dan Minggu.

“Belum lagi yang di alun-alun. Kalau di sana sehari saat ini bisa jual 300 tusuk, karena masih terbilang baru. Saya berharap semoga kedepannya buka cabang lebih banyak lagi,” tandas bapak satu anak tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER