BETANEWS.ID, SEMARANG – Ratusan bu nyai dari berbagai daerah berkumpul di Hotel Patra Semarang, Senin (07/11/22). Berkumpulnya para istri kiai ini, untuk mengikuti kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) ke-3 Bu Nyai Nusantara. Pada Silatnas ke-3 ini akan para bu nyai akan diajak dakwah melalui media digital.
Ratusan bu nyai yang menjadi peserta Silatnas tersebut, datang dari hampir seluruh wilayah di Indonesia, di antaranya dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Lampung dan Palembang, dan daerah-daerah lainnya.
Sementara itu, Nawal Nur Arafah sebagai Ketua Steering Comittee Silatnas Bu Nyai Nusantara 3, mengungkapkan tujuan dilaksanakan Silatnas adalah untuk mengupayakan sinegritas bu nyai se-Nusantara. Hal ini agar mereka dapat mengambil peran lebih serta mengambil eksistensinya dalam merespon banyak isu sosial.

Baca juga: Jateng Segera Miliki Perda Pesantren, Ini Perkembangannya
Selain itu, Nawal yang juga istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, mengatakan, dalam kegiatan ini juga akan dibahas bagaimana peran perempuan pesantren mampu bersinergi bergerak, mampu membangun pradaban dunia, serta berbicara mengenai perdamaian dunia.
“Kami juga akan membahas tentang isu-isu setrategis yang sekarang berkembang di pesantren. Misalnya, bagaimana penanganan kekerasan seksual di ranah pesantren dan bagaiamana sih peran bu nyai untuk ini,” katanya.
Nawal menjelaskan, awal mula diselenggarakan Silatnas yang pertama hanya sebagai wadah silaturahmi dan penyatuan gagasan antar-bu nyai. Kemudian pertemuan kedua mulai mencoba diberikan edukasi pentingnya melakukan dakwah secara digital.
Ide untuk membahas dakwah digital, katanya, karena pada waktu itu mereka masih mempercayai berita-berita hoax. Setelah diberikan pemahaman tentang literasi digital, mulai ada sikap kritis untuk menyaring informasi.
Baca juga: Ketum Pagar Nusa Sebut Akar Lahirnya Pencak Silat dari Pesantren
“Sitlantas ke-3 ini harapannya dapat menjadi kebangkitan para bu nyai di Nusantara, untuk melakukan dakwah secara digital. Jadi ini merupakan silaturahmi gagasan juga untuk nanti menurunkan banyak sekali rekomendasi program untuk kerja-kerja di NU dan pesantren perempuan, karena bu nyai ini punya peran strategis sekali di dalam pesantren,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin yang hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi dan mengaku tak menyangka para bu nyai memiliki ide cemerlang untuk menggelar Silatnas. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bisa membahas topik keilmuan, tapi juga bisa mengangkat UMKM di kalangan pesantren.
“Harapannya kedepan kegiatan ini bisa berjalan rutin berjalan dgn baik karena masyarakat saat ini membutuhkan contoh. Misalnya, bagaiaman menjaga informasi perbedaan pendapat, menghormati keberagaman. Dan ponpes ini kan beda-beda nih, ada pemikiran sepreti ini, seperti itu, nah kalau bu nyai ini sudah kumpul ternyata bisa guyub,” tutur Gus Yasin di depan peserta Silatnas.
Editor: Suwoko

