31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaSEMARANGTMMD di Rusunawa...

TMMD di Rusunawa Kudu Kota Semarang Tidak Hanya Fokus Pada Infrastruktur

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke-115 Kodim 0733/Kota Semarang resmi dibuka dan dilaksanakan di Rusunawa Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Selasa (11/10/22).

Dalam upacara pembukaan TMMD ke-115 ini, dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Kota Semarang. Diawali dengan sambutan-sambutan, pembukaan diikuti dengan pemberian sembako dan penanaman pohon.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menerangkan, TMMD hari ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik saja, tetapi juga mengupayakan pembangunan nonfisik.

- Ads Banner -

Baca juga: Tinjau Program TMMD, Ganjar Soroti Kegiatan Fisik dan Nonfisik dari TNI

“Ada 3 hal yang ditambahkan, jadi tidak hanya fokus infrstruktur. Sehingga infrstruktur tetap jalan, tapi juga ada penambahan penanganan stunting, pemberdayaan masyarakat, dan kedaulatan pangan atau ketahanan pangan,” terang Plt Wali Kota Semarang yang kerap disapa Mba Ita.

Ragam progam TMMD ini nantinya akan diarahkan untuk tujuan-tujuan tersebut. Seperti digencarkannya urban farming di lingkungan rusunawa untuk mewujudkan ketahanan pangan. Ke depannya, melalui program ini, warga Rusun Kudu bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

Disisi lain, Komandan Kodim 0733/ Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana mengatakan, Rusun Kudu dipilih karena banyak warga yang menetap sekaligus lokasinya sangat luas. Selain itu, juga memberikan perhatian kepada daerah perbatasan Kota Semarang.

“Saya kira lokasi ini merupakan sasaran yang sangat tepat, karena di sini ada 9 tower dan 790 KK. Jadi harapannya, progam dari pemkot yang dipadukan dengan progam TNI bisa lebih signifikan,” ujarnya.

Honi menyebut, ada 150 prajurit TNI Kodim 0733/Kota Semarang akan menempati basecamp di Rusunawa Kudu selama satu bulan ke depan dan nantinya progam ini akan diselenggarakan di sekitar kelurahan tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dyah Ratna Harimurti menerangkan, pemilihan Rusunawa Kudu sangatlah tepat, karena permasalahan yang dihadapi di lokasi tersebut cukup banyak.

“Ini tepat sekali, seperti yang kita ketahui wilayah berbatasan dengan Demak ini. Kita lihat sendiri kalau kita berjalan-jalan di pinggir sana akan nampak sekali Semarang seperti ketinggalan sama Demak, baik infrastrukstur maupun kesejahteraannya,” katanya.

Baca juga: Hartopo Sebut TMMD Sangat Membantu Pemkab Kudus dalam Pembangunan

Yang menarik TMMD Regular kali ini digelar di Kawasan Rusunawa, karena progam sebelumnya kegiatan ini digelar di perkampungan. Sehingga ada perbedaan yang signifikan dibanding progam sebelumnya.

“Tentunya kehidupan rusun berbeda dengan perkampungan, karena kebanyakan di sini perekonomiannya lemah, bahkan SDM dan tingkat pendidikannya mungkin rendah,” katanya.

Ia menambahkan, pada peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) Internasional yang jatuh di tanggal 24 Maret 2022 lalu, jumlah kasus TBC tertinggi ditemukan di Rusunawa Kudu. Sehingga, perihal kesehatan tentu membutuhkan perhatian khusus, mengingat sangat mudahnya penyebaran penyakit di daerah rusun.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler