31 C
Kudus
Minggu, Desember 4, 2022
BerandaKUDUSMusim Hujan Tiba,...

Musim Hujan Tiba, Alat Pendeteksi Longsor di Dukuh Kambangan Kudus Malah Bermasalah

BETANEWS.ID, KUDUS – Ada dua kecamatan di Kabupaten Kudus yang rawan terjadi bencana longsor. Untuk mendeteksi dini terjadinya bencana tersebut, saat ini ada dua desa yang dipasangi alat Early Warning System (EWS). Namun, sayangnya memasuki musim hujan ini, satu di antara alat itu bermasalah.

Hal itu diungkap oleh Mundir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Dia mengatakan, dua titik yang dipasangi EWS adalah di Dukuh Kambangan, Desa Menawan dan satunya lagi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog.

“Namun, saat ini EWS yang ada di Dukuh Kambangan trouble dan harus dilakukan kalibrasi ulang. Padahal keberadaan EWS di Dukuh Kambangan sangat penting, mengingat dukuh tersebut sering terjadi longsor ketika musim hujan,” ujar Mundir kepada Betanews.id, saat disambangi di kantornya.

- Ads Banner -

Baca juga: Deteksi Dini Adanya Longsor, BPBD Kudus Kembali Pasang EWS

Saat ini, lanjut Mundir, EWS yang bermasalah sudah dibawa ke BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk dikalibrasi ulang. Tapi, hingga sekarang belum jadi. Sehingga memang di Dukuh Kambangan saat ini nir alat pendeteksi pergerakan tanah.

“EWS itu memang dari BPBD Provinsi Jateng. Sehingga kala butuh dikalibrasi ulang harus dibawa kesana. Sayangnya, EWS yang akan dikalibrasi ulang itu banyak dan antri sehingga hingg saat ini EWS yang untuk Dukuh Kambangan belum jadi,” ungkapnya.

Selain dua desa tersebut, kata Mundir, ada beberapa desa di Kudus yang juga rawan terjadi bencana longsor. Di antaranya, Desa Colo, Piji, Kajar, Japan. Namun, desa-desa itu belum dipasangi EWS, karena harga alat pendeteksi pergerakan tanah itu cukup mahal.

“Harga EWS cukup mahal. Dua alat EWS itu dari BPBD Provinsi Jateng,” tandas Mundir.

Sementara itu Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (BPRB) Desa Menawan yakni Hasyiruddin Freddy Arifin membenarkan, bahwa saat ini alat EWS yang dipasang di Dukuh Kambangan, Desa Menawan masih di BPBD Provinsi Jateng untuk dilakukan kalibrasi. Menurutnya, hal itu sudah sejak Juli 2022.

“Jika tidak halangan kemungkinan bisa dipasang kembali bulan depan. Saat ini alatnya masih di BPBD Provinsi,” ujar Fredy.

Baca juga : Terkait Early Warning System, Warga Disarankan Gunakan Alat Tradisional Jika Terkendala Alat Modern

Dia mengatakan, Dukuh Kambangan, Desa Menawan memang rawan terjadi bencana longsor, ketika musim hujan. Selain dipasangi EWS untuk mendeteksi pergerakan tanah, di dukuh tersebut juga dipasangi alat pendeteksi hujan.

“Alat EWSnya memang lagi trouble. Namun untuk alat pendeteksi hujan masih berfungsi baik dan saat ini masih terpasang di lokasi,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler