31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaSEMARANGKesbangpol Jateng Catat...

Kesbangpol Jateng Catat Ada 224 Eks Napiter Hingga Oktober 2022, 87 Orang Masih Tertutup

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hingga Oktober 2022, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah mencatat ada 224 eks nara pidana teroris (Napiter). Ratusan eks napiter tersebut nantinya mendapatkan pembinaan dari Kesbangpol untuk kembali mengakui adanya NKRI.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Kesabangpol Jateng Widi Nugroho menerangkan, ratusan eks napiter yang sudah terdata akan dibagi menjadi 4 level. Dan dalam upaya pembinaan tersebut, lanjut Widi, biasanya mereka masih dalam tahap asesmen, artinya mereka masih belum terbuka dan ada yang belum diketahui setelah keluar mereka pulangnya ke mana.

Baca juga: Abu Tholut, Eks Napiter Asal Kudus Ini Ajak Kelompok Radikal untuk Tobat

- Ads Banner -

“Sebetulnya jumlah eks napiter selalu berubah, tapi untuk yang didata sejauh Oktober ada 224, nah ratusan Eks napiter ini terdiri dari 4 level. Level 1 jumlahnya 87 orang, biasanya mereka masih tertutup sekali, tidak mau diajak ngomong,” katanya.

Kemudian untuk level 2 ada 29 orang dan level 3 ada 47. Untuk dua level ini, biasanya hampir sama, mereka mau ditemui, tapi mereka belum terbuka. Lalu terakhir untuk level 4 ada 81 orang. Biasanya untuk level ini, mereka keluar dari penjara, kemudian sudah bebas bersyarat, mengakui NKRI. Mereka terbuka, mau ikut acara.

Adanya leveling ini, nantinya Kesbangpol akan melakukan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) untuk menentukan indikator dari masing-masing level. Sebab hal ini menyangkut dengan treatment yang diberikan. Pembinaan yang diberikan nantinya pun juga beragam, sesuai dengan level.

“Pembinaan yang diberikan akan berbeda, untuk bulan ini kita baru saja melakukan pembinaan pelatihan barista untuk eks napiter,” ujarnya.

“Untuk Indikator juga sangat beragam. Ada yang masuk melalui ideologi, ada juga dari ekonomi dengan memberikan bantuan makanan dan diberikan pemasukan yang kuat,” terangnya.

Baca juga: Ganjar Sebut Siap untuk Dampingi Koperasi yang Beranggotakan Istri Eks Napiter

Kemudian sejauh ini, Widi menerangkan, kelompok yang mudah terdoktrin biasanya berasal dari kalangan mahasiswa, terutama perempuan. Sehingga ia pun mengimbau, untuk berhati-hari ketika memasuki lingkungan baru.

“Jadi untuk menanggulangi itu, saya mengimbau khususnya para mahasiswa untuk berhati-hati ketika memasuki lingkungan baru. Apalagi ketika baru mengikuti kegiatan agama, harus berhati-hati untuk memilih guru dan tempat kajiannya,” tutupnya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler