31 C
Kudus
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaJATENGDinkop dan UKM...

Dinkop dan UKM Jateng Galakkan Pelatihan untuk Perajin Batik

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah terus melakukan pendampingan kepada pembatik di Jawa Tengah, agar terus berinovasi dalam membuat pakaian batik. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong penjualan batik, baik ke lokal maupun manca negara.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Ema Rachmawati menerangkan, dinas akan gencar melakukan pendampingan dengan memberikan pelatihan pembuatan kain batik menjadi fashion, seperti dijadikan baju, celana serta memberikan cara pemasarannya. Hal ini ia lakukan, setelah pihaknya mendapat keluhan dari para pembatik yang kesulitan menjual kain batik produksinya.

Baca juga: Desainer Jateng Diminta Tiru Cara Citayam Fashion Week Viralkan Karya

- Ads Banner -

“Tantangan terbesar kita adalah fashion, karena sekarang yang laku itu pakaian yang casual. Saya pribadi kalau dapat kain aja mikir mau dibuat model baju kayak apa, jadi pasti lebih milih beli jadi,” ungkapnya.

Ema melanjutkan, meski menghadapi kesulitan pemasaran dan penjualan, sampai saat ini belum ada data yang menyatakan para penggiat batik gulung tikar. Inilah yang menjadikan pihaknya terus menggalakkan pelatihan pembuatan fashion sebagai upaya inovasi bagi para pembatik.

“Pembatik itu nggak ada istilah gulung tikar, nggak ada. Cuma mereka memang nggak bisa jual gitu aja. Makanya kita galakkan pelatihan pembuatan fashion ini,” katanya.

Ema mengaku telah melakukan pelatihan di Magelang dan di Rembang beberapa waktu lalu. Ia pun menggandeng beberapa komunitas dalam pelatihan itu mulai dari pembatik, penjahit hingga fashion desainer.

“Kita mencoba mendampingi, meski belum bisa semuanya. Beberapa kali kita mendampingi pembatik itu kita gandengkan dengan penjahit yang memang sudah bisa gambar kita ajarin untuk bisa menggambar fashion kemudian kita gandeng juga fashion desainer,” jelasnya.

Baca juga: Yuliati Warno, Kenalkan Ragam Corak Batik Khas Pati Hingga Mancanegara

Dirinya mengaku menghadapi beberapa kendala khususnya di daerah-daerah yang bukan pusat pembuat batik. Kendati demikian, ia mengaku sudah beberapa kali mendapatkan inovasi desain baru dari pelatihan ini.

“Kemudian seperti di Magelang itukan ada batik juga, tetapi coraknya Pekalongan semua, terus saya tanya, ternyata mereka beli cap dan gambarnya itu dari pekalongan. Mereka belum bisa gambarnya, nah itu kita latih. Terus saya juga minta tolong dengan temen-temen yang melatih itu untuk mencari ciri khasnya, dan ketemu banyak. Itu yang sedang kita targetkan pada temen-temen di Magelang dan seluruh wilayah Jateng,” katanya.

Editor: Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler