31 C
Kudus
Selasa, November 29, 2022
BerandaSOLOBOYOLALIAntisipasi Krisis Pangan,...

Antisipasi Krisis Pangan, Ganjar Kenalkan Bahan Pangan Alternatif di Festival Pangan Lokal

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggaungkan semangat konsumsi pangan lokal sebagai pengganti nasi, untuk mengantisipasi potensi rawan pangan di tahun-tahun depan.

Oleh karena itu, kata Ganjar, hal itu dimulai dari hulu dan hilirnya, sehingga setiap orang tidak hanya belajar produksi pangan lokal, tapi juga belajar mengolah, sampai membiasakan pangan alternatif. Keuntungan pangan lokal juga pada nutrisi atau gizinya yang baik untuk kesehatan. Terutama sebagai bentuk pengurangan kasus stunting (kerdil) mulai dari kehamilan ibu serta bagi anak-anak.

“Itu pangan lokal ternyata cukup bisa membantu mereka. Kita libatkan tenaga penelitian, perguruan tinggi, petani, pemda, berkolaborasi di kegiatan ini,” ujarnya saat menghadiri Festival Pangan Lokal Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu (19/10/2022).

- Ads Banner -

Baca juga: Spaghetti Bolognese dari Mocaf Buatan Chef Hendro Ini Sukses Bikin Lidah Ganjar Bergoyang

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari mengatakan, potensi pangan lokal provinsi ini amat banyak, seperti singkong, ubi jalar, jagung, talas, dan lainnya.

“Potensinya banyak. Yang jadi masalah, konsumsinya masih belum bergerak. Sekarang ini tidak mungkin petani nanam tapi enggak ada yang beli,” kata Dyah.

Maka dari itu, tantangannya sekarang adalah, memulai dari hilir yaitu membiasakan lidah masyarakat mengonsumsi ubi, singkong, dan lainnya. Sehingga setelah permintaan meningkat, petani akan bergairah menanam karena produksinya diambil.

“Saya coba masuk tidak melalui forum yang biasa, seperti lebih banyak mengundang milenial. Karena milenial segmen paling banyak untuk mengonsumsi pangan lokal,” ujarnya.

Pembina dan inisiator perkumpulan petani pekarangan (Pastakaran) Temanggung Zainu Fitroni mengatakan, pihaknya mengenalkan produk pangan lokal daerah seperti nasi jagung, sayur khas daerahnya, empis-empis, mocaf, talas, ketela, ubi ungu, ubi kuning dan singkong.

Baca juga: Harga Anjlok, Ganjar Ajak ASN Jateng Borong Telur, Tomat, Kol, dan Sawi

“Kami bergerak di tiga hal yaitu tanaman pekarangan, pangan lokal, dan agribisnis. Ini momen yang tepat dan merupakan Hari Pangan. Kami merupakan komunitas petani yang mengembangkan pertanian dan pakan lokal,” kata dia.

Penggerak pangan lokal asal Kabupaten Tegal, Mubarak Ravi menambahkan, pihaknya membuat makanan olahan dari singkong yang diberi nama Djintoel. Singkong itu diolahnya dengan diparut, dikukus, kemudian dipotong tipis dan digoreng jadi keripik.

“Bagus sekali langkah pemerintah akhirnya  bisa pameran. Harapannya, produknya bisa gampang masuk ke minimarket,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,336PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler