Warga Desa Jepang Kudus Gelar Kirab Rebo Wekasan dan Bagikan 10 Ribu Plastik Berisi Air Salamun

BETANEWS.ID, KUDUS – Rebo Wekasan, tradisi ini selalu digelar oleh warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus setiap tahun. Tepatnya tiap hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan dalam sistem penanggalan hijriyah.

Tahun ini, tradisi Rabu Wekasan digelar cukup meriah dengan adanya Kirab Air Salamun Rebo Wekasan. Hal ini berbeda dengan tahun lalu yang masih dalam suasana pandemi Covid-19 yang digelar secara sederhana.

Panitia Rebo Wekasan dan Nazir Masjid Jami Wali Al Ma’mur Muhammad Ridwan mengatakan, Kirab Air Salamun diikuti oleh masyarakat Desa Jepang. Ada pun pesertanya terdiri dari pelajar, mulai dari tingkatan SD hingga SMA sederajat.

-Advertisement-
Kirab Air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang, Kudus. Foto: Sekarwati.

Baca juga: Padureksan, Gapura Masjid Wali Jepang yang Dibuat Sunan Kudus dan Filosofinya

“Pesertanya banyak dari Pramuka Panduwisata, SMA, SD, SMP, sekolah yang ada di sekitar sini ikut nimbrung,” katanya pada, Selasa (20/9/2022).

Menurut Ridwan, momentum Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dinanti-nantikan setiap tahunnya. Hal itu lantaran kepercayaan masyarakat Desa Jepang yang meyakini khasiat dari Air Salamun.

“Air Salamun ini memang air yang dinanti-nantikan setiap tahun. Tidak hanya masyarakat Jepang melainkan luar Kudus. Pembagian air, dimulai dari habis Magrib sampai dengan terbit fajar,” ujarnya.

Ridwan menerangkan, Air Salamun dipercaya mampu memberikan kesembuhan bagi orang yang meminumnya. Pengunjung sebelum meminum air tersebut, diharapakan membaca lafaz Salamun terlebih dahulu sebanyak tujuh kali.

“Air Salamun itu air yang membawa keselamatan. Jadi sebelum meminum membaca lafal Salamun sampai tujuh kali diulang-ulang. Jika dalam QS Al Kahfi ayat 17 terdapat lafal syifa’ yang artinya obat. Jadi siapa-siapa yang minum air ini Insyaallah yang sakit bisa sembuh dan sehat tambah sehat,” terangnya.

Melihat banyaknya pengunjung yang menginginkan Air Salamun, Ridwan menjelaskan, pihak panitia telah menyediakan sepuluh ribu plastik.

“Kami menyediakan sepuluh ribu plastik ukuran 5 liter. Jadi di sini nanti ada tempat antrean. Sebelah selatan wanita yang utara untuk pria. Sehingga menghindari tangan-tangan jahil,” jelasnya.

Baca juga: Dibangun Sunan Kudus dan Arya Penangsang, Begini Sejarah Masjid Wali Jepang

Sebelum Kirab Air Salamun, terdapat serangkaian acara yang telah diselenggarakan oleh panitia, yaitu pengajian umum, khotmil Quran bil Goib dan bin Nadhor. Ridwan berharap tradisi ini semakin banyak dikenal banyak orang, dan masyarakat Desa Jepang dapat melestarikan kebudayaan ini.

“Ke depannya kegiatan Kirab Air Salamun Rebo Wekasan Desa Jepang bisa semakin meriah dan ramai dikunjungi banyak orang. Baik warga, pengurus masjid, dan pemerintah desa guyub rukun melestarikan kebudayaan yang ada di Desa Jepang ini,” harapnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER