31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaSEMARANGSerapan Anggaran Pemprov...

Serapan Anggaran Pemprov Jateng Baru 59,23 Persen, Optimis Akhir Tahun Habis

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Tengah Slamet mencatat sampai triwulan ketiga serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 mencapai 59,23 persen. Pihaknya yakin serapan anggaran tersebut bisa mencapai target hingga akhir tahun, karena dari total anggaran sebesar Rp24,61 triliun masih sisa Rp10,03 triliun atau sekitar 40 persen.

“Kita juga punya rencana kalau akhir tahun nanti bisa mencapai target,” katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa (20/9/2022).

Pihaknya merinci, APBD Jateng 2022 meliputi belanja transfer dan bantuan tidak terduga (BTT) dari Rp8,943 triliun baru terserap Rp5,282 triliun, belanja operasioanl dan modal dianggarkan Rp15,66 triliun baru terserap Rp9,30 triliun, Pengeluaran pembiayaan dari anggaran Rp891 miliar baru terserap Rp416 miliar.

- Ads Banner -

Baca juga: Ganjar Geram Terima Laporan Istri Perangkat Desa di Blora Sunat BLT BBM Rp20 Ribu per Orang

“Anggaran paling tinggi ada di bantuan keuangan desa yang mencapai Rp1,860 triliun, serapannya mencapai Rp1,564 triliun. Serapan APBD jateng ini berasal dari belanja modal serta belanja barang dan jasa dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng,” katanya.

Slamet pun menegaskan setiap ada pekerjaan fisik, OPD harus rutin mengecek progres pekerjaan tersebut. Misalnya bantuan keuangan untuk kabupaten dan kota yang didominasi untuk infrastruktur jalan serapannya masih rendah, dari Rp863 miliar baru terealisasi Rp152 miliar.

“Untuk infrastruktur jalan baru teralisasi 17,62 persen. Dikarenakan baru selesai lelang dan banyak yang tidak mengambil uang muka,” ujarnya.

Baca juga: Inflasi di Jateng Terendah Ketiga se-Indonesia Setelah Jakarta dan Banten

Akan tetapi, walaupun serapan belanja APBD masih rendah, Slamet mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tidak ada hambatan dan tetap berjalan. Namun, untuk klaim proyek belum dicairkan.

“Skema kita mengikuti pembayaran kontrak. Sifatnya reimbursable, sehingga di data terkesan lambat. Jadi kabupaten dan kota ini mengerjakan dulu baru mengklaim,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler