31 C
Kudus
Minggu, November 27, 2022
BerandaKEDUMAGELANGHingga Agustus Ini,...

Hingga Agustus Ini, Pengadilan Agama Mungkid Tangani 2.053 Perkara

BETANEWS.ID, MAGELANG – Jumlah perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Mungkid, Kabupaten Magelang, terhitung tinggi. Dari Januari hingga Agustus ini, sudah lebih dari 2.000 perkara yang masuk.

Panitera Pengadilan Agama Mungkid, Kabupaten Magelang Sultan Hakim menyebut, tercatat ada 2053 berkas perkara yang masuk. Dari jumlah tersebut, hingga Agustus ini, Pengadilan Agama sudah memutus sampai di atas 95 persen.

Baca juga: PA Mungkid Magelang Tangani 2 Kasus Perceraian Karena Faktor Kawin Paksa

- Ads Banner -

“Sebenarnya di Pengadilan Agama Mungkid, bukan hanya menangani perkara perceraian saja. Di situ ada bermacam-macam perkara. Ada juga pembagian harta bersama, perwalian, pengasuhan anak, kewarisan, hibah dan lain sebagainya. Jadi berbagai macam perkara,” jelas Sultan Hakim.

Dari semua perkara yang diterima Pengadilan Agama Mungkid, katanya didominasi kasus perceraian. Rinciannya, cerai talak sebanyak 418 dan cerai gugat sebanyak 1194 perkara. Cerai talak merupakan pihak laki-laki yang mengajukan perkara, sementara cerai gugat kebalikannya, pihak perempuan yang mengajukan perkara.

“Dari total perkara yang masuk, Alhamdullilah terselesaikan 1960 perkara, atau lebih dari 95 persen. Sekali lagi bukan hanya perceraian, tapi berbagai macam perkara,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tahun 2021, total perkara yang masuk ke Pengadilan Agama Mungkid sebanyak 2.866. Dari angka tersebut, untuk cerai talak sebanyak 589 dan cerai gugat 1.561 perkara. Untuk sisanya merupakan perkara lain.

Baca juga: Jumlah Remaja yang Ajukan Dispensasi Nikah di Kudus Tinggi, Hingga Juni Ada 133 Orang

“Dari perkara masuk sebanyak 2.866 itu, yang selesai atau putus melebihi, yaitu 3.048 perkara. Kenapa lebih, karena ada sisa perkara tahun 2020 atau tahun sebelumnya. Jadi ini kalau melihat perkara masuk sudah lebih dari 100 persen,” jelas Sultan Hakim.

Dengan banyaknya penyelesaian pada tahun 2021, artinya sisa perkara untuk tahun 2022 menjadi lebih sedikit. Sultan Hakim berharap setiap tahunnya sisa perkara terus berkurang atau lebih sedikit.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,301FansSuka
15,628PengikutMengikuti
4,335PengikutMengikuti
97,028PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler