BETANEWS.ID, MAGELANG – Badan Meteorologi, Klimatolongi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, beberapa wilayah di Jawa Tengah musim hujan akan datang lebih awal, yakni September ini. Tak terkecuali di Kabupaten Magelang.
Bahkan diprediksi, akan terjadi cuaca ekstem. Sehingga, warga diminta untuk waspada, terutama yang berada di kaki gunung dan juga didekat sungai. Hal itu, karena rawan terjadi bencana banjir dan longsor.
Baca juga: Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Awal
Kasi Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Muflichah Roychani mengatakan, hingga kini sudah dua kali terjadi bencana di Kabupaten Magelang. Bencana pertama terjadi pada 10 September dan bencana kedua terjadi pada 11 September.
“Bencana pada 10 September yakni pohom tumbang yang diakibatkan angin kencang terjadi di Desa Gawong, Kecamatan Tegalrejo. Untuk bencana angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa dua rumah warga yang mengalami rusak sedang,” jelasnya, Senin (12/9/2022).
Sedangkan untuk bencana yang terjadi pada Minggu, 11 September 2022, yakni bencana tanah longsor di wilayah Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik. Beruntung dalam bencana tanah lonsor tak memakan korban jiwa. Hanya saja, tanah longsor harus memutus sementara lalulintas, karena jalan tertutup dengan tanah.
“Menyikapi hal ini, BPBD Kabupaten Magelang mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dampak kemungkinan terjadinya bencana lainnya,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, BPBD Kabupaten Magelang mengambil langkah-langkah penanganan dan antisipasi, terutama di wilayah-wilayah yang sangat berpotens terkena dampak bencana. Baik itu angin kencang, tanah longsor, banjir bandang maupun bencana lainnya.
Baca juga: Sering Terjadi Banjir, BPBD Pati Bakal Bentuk Desa Tangguh Bencana di Kecamatan Sukolilo
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Kita juga telah melalukan imbauan, baik itu melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun melaui desa-desa,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Magelang, juga telah melakukan sosialisasi kepada perangkat kecamatan dan desa untuk mengimbau kepada warganya yang berada di wilayah rawan bencana.
Editor : Kholistiono

