BETANEWS.ID, SEMARANG – Dani Rujito (45) tampak telaten membuat umpan pancing di rumahnya yang berada di Kampung Nelayan Tambakejo RT 06 RW 16 Blok D 16, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. Di sampingnya itu, tampak berserakan kau ataupun soft lure setengah jadi yang nantinya akan diwarnai hingga menyerupai ikan.
Jika tak sedang melaut, Dani memang mengisi kesehariannya dengan membuat umpan mancing tersebut. Kegiatan yang dijalaninya sejak Januari 2022 lalu itu menggunakan bahan-bahan kayu yang tak dimanfaatkan di sekitar rumahnya.
“Untuk bahannya saya pakai kayu di pinggir sungai yang ada di sekitar rumah. Daripada nggak kepakai dan jadi sampah di sungai, saya ambil saya bentuk jadi soft lure,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Asyiknya Mancing di Temulus Kudus yang Bisa Bawa Pulang Ikan Sekuatnya
“Kayunya saya pakai kayu jati Balanda dan kayu seno, karena keduanya memiliki daya apung yang baik kalau di air,” tambahnya.
Setiap harinya, Dani bisa membuat antara lima sampai enam soft lure yang dipatok mulai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Di tempatnya, ia menyediakan ukuran 4, 7, 10, dan 15 sentimeter.
“Soft lure di saya termasuk murah. Di pasaran bisa sampai Rp50 ribu sampai ratusan ribu. Soft lure saya juga sudah terbukti bagus meskipun murah, karena sudah banyak teman-teman nelayan yang membuktikan,” ucapnya.
Baca juga: Dinas Perikanan Semarang Tebar 52.500 Benih Ikan di Banjir Kanal Barat
Untuk pembelian bisa langsung mendatangi rumahnya atau bisa memesan lewat Whatsapp di nomor 0897 1225 757. Namun, jika ingin memesan bentuk dan warna, harus jauh-jauh hari minimal H-3 Pengambilan.
“Sebulan bisa jual ratusan. Sejauh ini belum saya pasarkan di media sosial, cuma lewat teman dan WhatsApp saja,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

