31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Peringati HUT RI, JMPPK Soroti Petani yang Dinilai Selalu Dizalimi Kebijakan Pemerintah

BETANEWS.ID, PATI – Warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih di Bukit Alang-Alangan, Gunung Kendeng. Upacara yang diikuti ratusan peserta itu, juga menyoroti terkait persolan para petani yang dinilai terzalimi.

Hal itu dikatakan oleh Gunretno sebagai pemimpin upacara saat memberikan sambutan. Dia mengungkapkan, selama ini para petani selalu dizalimi oleh kebijakan pemerintah Indonesia.

Warga Pengunungan Kendeng mengikuti upacara di Bukit Alang-alangan Sukolilo, Pati. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Yang Unik dari Upacara Rakyat oleh Sedulur Sikep, Petugas Panjat Tiang Bambu untuk Kibarkan Bendera

“Lahan garapan petani disusut. Sumber air untuk mengairi lahan pertanian dieksploitasi,” ujar Gunretno.

Padahal, lanjutnya, diakui atau tidak, warga Indonesia bisa makan nasi itu karena petani. Namun, anehnya para petani selalau diakali dan dizolimi.

“Tidak hanya lahan yang disusut dan air dieksploitasi. Para petani juga didzolimi dengan harga komoditas yang selalu turun saat musim panen,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, arti kata merdeka bagi petani adalah tercukupinya sandang dan pangan. Tapi katanya, bagi masyarakat yang tidak butuh hasil dari petani, para petani tidak kecewa. Paling tidak hasil panennya bisa dimakan sendiri dan keluarganya.

“Jika orang mau makan hasil tambang silahkan, kiranya Ibu Bumi yang jadi saksinya,” ucap Gunretno.

Dia menambahkan, JMPPK dan seluruh petani pelosok negeri saat ini memiliki keprihatinan yang sama. Yakni menghadapi hilangnya ruang hidup dan ruang produksi bagi petani.

Baca juga: Petani Garam di Pati Gelar Upacara HUT RI di Lahan Tambak

Apalagi saat ini situasi dunia masih sangat memprihatinkan. Adanya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, serta dampak perubahan iklim dan konflik perang antara Rusia dan Ukraina membawa dampak global yaitu krisis pangan.

“Sudah saatnya Pemerintah Indonesia serius memberdayakan petani. Bukan malah sebaliknya, yang justru membuat petani tidak berdaya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER