Pemerintah Dorong Pelaku UMKM di Magelang Siap Beradaptasi di Era Digitaisasi Ini

BETANEWS.ID, MAGELANG – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang menunjang perekonomian masyarakat di Kabupaten Magelang. Berbagai jenis UMKM terdapat di wilayah tersebut, yang di antaranya sudah memiliki pangsa pasar hingga Mancanegara.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Perdagangan, Koperasi  dan UMKM Kabupaten Magelang Heri Purwanto mengatakan, di era digitalisasi saat ini, pihaknya terus mendorong agar pelaku UMKM juga bisa melek teknologi.

Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi  dan UMKM Kabupaten Magelang. Foto: Budi Prasetyo.

Baca juga: Ubah Strategi Berdagang Konvensional, Pemprov Jateng Fokus Genjot Digitalisasi UMKM

-Advertisement-

Untuk itu, pihaknya juga aktif melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM, baik terhadap sumber daya manusianya maupun produknya.

“Saat ini sudah masuk pada era digital, SDM kita bina dan tingkatkan untuk siap menghadapi era digital. Tujuannya para pelaku UMKM tidak gaptek untuk mendukung segala hal. Baik itu pemasaran dan sebagainya,” jelas Heri.

Untuk mengembangkan SDM, para pelaku UMKM  juga secara berkala mendapatkan pelatihan. Baik itu dari kementerian, pemerintah provinsi maupun dari tingkat kabupaten.

“Semua kita berikan kepada para pelaku UMKM. Supaya mutu dan kualitas produk-produk UMKM ini bisa lebih bagus,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa Magelang memiliki beberapa unggulan. Di antaranya Grabag, yaitu makanan dari ketela. Selain itu, ada kopi asli Magelang, terdiri sari Robusta dan Arabica.

“Berbicara masalah kopi, di Kabupaten Magelang ada Robusta dan Arabica, yang menyebar di Merapi, Merbabu, dan Telomoyo. Ada juga di daerah Kaliangkrik serta Menoreh,” ujar Kabid UMKM, Heri Purwanto.

Baca juga: Fasilitasi Pelaku UMKM, Pemprov Jateng Bekerja Sama dengan Blibi Luncurkan Lapakjateng.id

UMKM lainnya yaitu, olahan ketela yang menjadi khas daerah Magelang ada dua. Dua makanan khas Magelang dari ketela ado slondok dan getuk. Makanan ketela banyak diproduksi didaerah Kecamatan Grabag.

“Ada juga potensi lainnya, seperi batik, kerajinan bambu, kerajinan kayu dan juga dari kerajinan kulit. Untuk kerajinan batu patung dan cobek sudah sejak lama ada di Magelang, dan sudah sangat dikenal oleh para wisatawan,” jelas Heri Purwanto.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER