31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Denny Wirawan Tambah Wawasan Fashion Pelajar SMK di Kudus Melalui Ruang Kreatif

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejak 2015, Bakti Budaya Djarum Foundation bersama desainer Tanah Air Denny Wirawan senantiasa berupaya untuk membina dan membangkitkan geliat Batik Kudus melalui beragam pagelaran dan juga koleksi busana.

Pada 2022 ini, keduanya kembali berkolaborasi untuk menambah wawasan para siswi SMKN 3 Kudus dan SMK NU Banat Kudus dengan jurusan Tata Busana di Kudus melalui “Ruang Kreatif: Batik Kudus in Fashion oleh Denny Wirawan” yang berlangsung secara hybrid mulai 29 Juli hingga 13 Agustus 2022 mendatang.

Batik Kudus sendiri, merupakan warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa. Batik Kudus telah dipresentasikan dalam berbagai pagelaran busana, baik nasional maupun internasional oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan juga Denny Wirawan. Di antaranya adalah pagelaran Pasar Malam, Jakarta (2015), Padma, New York Fashion Week (2016), Wedari, Jakarta (2017), Batik For The World, UNESCO, Paris (2018) dan Thai Silk Fashion Week, Bangkok, Thailand (2019), Pagelaran Busana Niti Senja, Jakarta (2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus dan SMK NU Banat Gelar Pelatihan untuk UMKM Bidang Fashion

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengungkapkan, ”Ruang Kreatif: Batik Kudus in Fashion oleh Denny Wirawan” merupakan salah satu upaya dan komitmennya untuk melestarikan Batik Kudus.

“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin menambah wawasan para pelajar SMKN 3 Kudus dan SMK NU Banat Kudus. Keduanya berada di bawah naungan Bakti Pendidikan Djarum Foundation dengan jurusan tata busana, yang memiliki minat di dunia fashion dengan menghadirkan sosok yang kerap memadukan Batik Kudus dengan tangan handalnya,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, dalam kegiatan kolaborasi dari Bakti Budaya Djarum Foundation dan Bakti Pendidikan Djarum Foundation ini dapat mensinergikan program-program tersebut, dan juga menambah wawasan untuk bekal para pelajar dalam berkarya.

Katanya, kegiatan ini nantinya juga akan melahirkan desainer-desainer baru di Tanah Air yang dapat mengharumkan nama bangsa.

Rangkaian kegiatan “Ruang Kreatif: Batik Kudus in Fashion oleh Denny Wirawan” ini, telah dimulai pada 29 – 31 Juli 2022 yang diawali dengan Pre-test. Di mana para peserta diminta untuk mengisi form pertanyaan dan membentuk kelompok kerja berisikan 13 pelajar yang memiliki keterampilan menjahit, mendesain pakaian, membuat pola, serta public speaking.

Selanjutnya, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan mentoring secara hybrid tentang ready to wear, sustainable fashion, padu padan warna dan tentunya materi mengenai tips dan trik mengolah Batik Kudus agar menjadi pakaian yang fashionable pada 1 – 12 Agustus 2022.

“Di tahun ini, saya ingin fokus membagikan ilmu yang telah saya peroleh selama 7 tahun tentang Batik Kudus kepada para pelajar di Kudus. Selain memberikan materi tentang Batik Kudus, saya juga membekali peserta dengan materi lain yaitu Ready To Wear, Sustainable Fashion, Padu Padan Warna,” ucap Denny Wirawan.

Baca juga : Sempat Diremehkan, Yuli Kini Buktikan Bisa Lestarikan Batik Kudus Melalui Muria Batik

Rangkaian kegiatan ini, mendapat antusiasme tinggi dari para pelajar dari SMKN 3 Kudus dan SMK NU Banat Kudus dan diikuti oleh 182 pelajar dengan jurusan tata busana dari kedua sekolah. Dalam mentoring pertama yang diselenggarakan secara virtual, para pelajar terlihat sangat bersemangat mendengarkan penjelasan dan kerap melontarkan pertanyaan-pertanyaan dari materi yang diberikan Denny.

“Semoga program ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para peserta,” ujar Denny Wirawan.

Puncaknya, pada 13 Agustus 2022 mendatang, para peserta dari SMKN 3 Kudus dan SMK NU Banat Kudus berkesempatan untuk memperlihatkan hasil karyanya dalam showcase mini fashion show dan juga mendapatkan penilaian dari para juri.

Di penghujung acara, akan dipilih sejumlah peserta terbaik yang berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa kelas singkat di sekolah mode ternama Jakarta.

Sesi mentoring yang dilakukan Denny Wirawan tentang fashion kepada pelajar SMKN 3 Kudus SMK NU Banat Kudus. Foto: Ist.

Sekilas Tentang Denny Wirawan

Denny Wirawan memulai karir fashionnya dengan bekerja di Prajudi Admodirdjo pada tahun 1992. Dia menandai debut desainernya pada tahun 1993 ketika menjadi Juara II & Juara Favorit di Lomba

Perancang Mode yang diadakan oleh majalah Femina. Karirnya berkembang pada tahun 1999 saat ia bergabung dengan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dan ia selalu berkontribusi pada Trend Show tahunan organisasi tersebut. Empat tahun kemudian, ia mendirikan studio mode dan mulai membuat koleksinya sendiri dengan label Denny Wirawan.

Desain Denny Wirawan berkarakteristik berbeda dengan yang lain; misterius, provokatif namun penuh dengan keanggunan dan glamor. Satu dari gaya khasnya yang tak pernah ia lupakan adalah memadukan berbagai susunan motif cetak serta hiasan manik-manik yang sangat indah. Keberadaan dan kontribusinya di dunia fashion Indonesia menjadikannya sebagai satu dari fashion designer terbaik di Indonesia yang dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang diterimanya baik dari media maupun dari berbagai kegiatan mode di Indonesia.

Sekilas Tentang Bakti Budaya Djarum Foundation

Sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, PT Djarum memiliki komitmen untuk menjadi perusahaan yang turut berperan serta dalam memajukan bangsa dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempertahankan kelestarian sumber daya alam Indonesia.

Berangkat dari komitmen tersebut, PT Djarum telah melakukan berbagai program dan pemberdayaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di masyarakat dan lingkungan selama kurun waktu 60 tahun.

Pelaksanaan CSR ini dilaksanakan oleh Djarum Foundation yang didirikan sejak 30 April 1986, dengan misi untuk memajukan Indonesia menjadi negara digdaya yang seutuhnya melalui 5 bakti, antara lain Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, dan Bakti Budaya.

Semua program dari Djarum Foundation adalah bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.

Baca juga: Jadi Langganan Pejabat, Setiap Lembar Batik Kudus di Tere Batik Ini Bernilai Filosofis Tinggi

Dalam hal Bakti Budaya Djarum Foundation, sejak tahun 1992 konsisten menjaga kelestarian dan kekayaan budaya dengan melakukan pemberdayaan, dan mendukung insan budaya di lebih dari 3.500 kegiatan budaya.

Beberapa tahun terakhir ini, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan inovasi melalui media digital, memberikan informasi mengenai kekayaan dan keragaman budaya Indonesia melalui sebuah situs interaktif yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui www.indonesiakaya.com.

Kemudian membangun dan meluncurkan “Galeri Indonesia Kaya” di Grand Indonesia, Jakarta pada 10 Oktober 2013. Ini adalah ruang publik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memadukan konsep edukasi dan multimedia digital untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia agar seluruh masyarakat bisa lebih mudah memperoleh akses mendapatkan informasi dan referensi mengenai kebudayaan Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan tanpa dipungut biaya.

Bakti Budaya Djarum Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mempersembahkan “Taman Indonesia Kaya” di Semarang sebagai ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan yang diresmikan pada 10 Oktober 2018, bertepatan dengan ulang tahun Galeri Indonesia Kaya ke-5.

Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah yang memberikan warna baru bagi Kota Semarang dan dapat menjadi rumah bagi para seniman Jawa Tengah yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan dan pertunjukan seni budaya secara gratis.

Bakti Budaya Djarum Foundation juga melakukan pemberdayaan masyarakat dan rutin memberikan pelatihan membatik kepada para ibu dan remaja sejak 2011. Hal ini dilatarbelakangi kelangkaan dan penurunan produksi Batik Kudus akibat banyaknya para pembatik yang beralih profesi.

Untuk itu, Bakti Budaya Djarum Foundation melakukan pembinaan dalam rangka peningkatan keterampilan dan keahlian membatik kepada masyarakat Kudus agar tetap hadir sebagai warisan bangsa Indonesia dan mampu mengikuti perkembangan jaman tanpa menghilangkan ciri khasnya. Lebih lanjut informasi mengenai Bakti Budaya Djarum Foundation dapat mengakses www.djarumfoundation.org, www.indonesiakaya.com.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER