31 C
Kudus
Minggu, Juni 26, 2022
spot_img
BerandaOTOMOTIFWaspada, Mayoritas Kecelakaan...

Waspada, Mayoritas Kecelakaan di Turunan Curam Terjadi pada Motor Matik

BETANEWS.ID, JATENG – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia tergolong masih tinggi. Tahun 2020, tercatat ada 23.529 jiwa atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam. Kendaraan sepeda motor masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat mengatakan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan survei peningkatan keselamatan pengguna jalan dan pencegahan kecelakaan pada ruas jalan Bandungsari – Salem (Gunung Lio), Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Berdasarkan hasil survei itu, seringkali terjadi kecelakaan sepeda motor yang mayoritasnya dialami oleh sepeda motor bertransmisi otomatis dan engine brake kurang optimal dalam mengurangi kecepatan saat kendaraan melintasi turunan panjang,” ujarnya.

- Ads Banner -

Baca juga: Masyarakat Diimbau Tidak Mudik Naik Sepeda Motor dengan Jarak Lebih Tiga Jam

Djoko menyebut, hasil survei KNKT tahun 2020, selama kurang lebih satu tahun telah terjadi kecelakaan sepeda motor pada ruas jalan Bandungsari – Salem (Gunung Lio) mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 95 persen di antaranya menggunakan motor matik.

Fenomena kecelakaan pada jalan menurun tajam tersebut yang terjadi pada ruas jalan Bandungsari – Salem (Gunung Lio) Bumiayu tersebut, juga terjadi di beberapa tempat lainnya.

Katanya, kecelakaan sepeda motor, khususnya sepeda motor dengan transmisi otomatis atau skutik, seringkali terjadi di beberapa lokasi di Jawa Timur. Seperti di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen, Banyuwangi, Pendakian Gunung Buthak, Malang dan Taman Wisata B-29, Lumajang.

“Di beberapa tempat tersebut, sebenarnya pemerintah daerah setempat telah memasang spanduk berisi larangan menaiki gunung menggunakan motor matik. Namun, pemasangan spanduk tersebut mendapat protes dari masyarakat yang menginginkan bepergian naik turun gunung menggunakan motor matik. Sehingga spanduk peringatan tersebut akhirnya terpaksa diturunkan,” ungkapnya.

KNKT katanya, telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terlalu memaksakan kendaraannya.
“Gunakanlah kendaraan sesuai dengan fungsi dan kemampuan yang dimiliki pada setiap masing-masing kendaraan. Berkendara dengan baik adalah kunci utama keselamatan. Perlu diingat, bahwa setiap kendaraan itu memiliki kegunaan yang harus disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari desain atau rancangan masing-masing kendaraan,” imbuhnya.

Baca juga: Upaya Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Untuk meminimalisasi kejadian yang sama terulang lagi, menurutnya, langkah-langkah yang bisa diambil. Antara lain, perlu diadakannya sosialisasi terkait penggunaan kendaraan sepeda motor bertransmisi otomatis ( safety driving) oleh kementerian terkait.

Selanjutnya, untuk pabrikan industri sepeda motor selain memberikan buku manual pemeliharaan kendaraan juga diterbitkan buku panduan keselamatan berkendara ( safety riding).

Djoko juga menyebut, di Indonesia kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan merupakan penyebab kematian peringkat pertama bagi kelompok umur anak-anak dan remaja. Serta sekitar 50 persen korban meninggal dunia akibat kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan adalah pengguna jalan yang rentan seperti pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor.

“Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia, jumlah korban kecelakaan lalua lintas pada periode tahun 2010 – 2O2O berkisar antara 147.798 – 197.560 jiwa. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia berkisar antara 23.529 – 32.657 jiwa. Pada tahun 2020 angka kematian mencapai 23.529 jiwa, atau setara dengan tiga jiwa meninggal dunia per jam,” sebutnya.

Berdasarkan kategori usia, ungkapnya, korban meninggal dunia didominasi usia produktif oleh kategori usia 15-34 tahun. Kemudian, di posisi kedua adalah kategori usia 35-60 tahun. Dilihat dari sisi ekonomi, hal tersebut menurutnya memberikan dampak kerugian yang cukup tinggi. Baik secara makro pada sistem ekonomi nasional maupun secara mikro di tingkat perekonomian keluarga.

Baca juga: Keselamatan Jalan untuk Kaum Milenial

Menurutnya, semakin tinggi usia produktif meninggal dunia yang kemungkinan besar adalah tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah, maka semakin meningkat pula jumlah keluarga yang rentan terhadap kemiskinan.

“Tingkat presentasi fatalitas kecelakaan lalu lintas (diolah IRSMS 2021), berdasar kejadian kecelakaan selama tahun 2020, didominasi oleh sepeda motor, yaitu sebesar 81 persen. Kemudian, kendaraan beroda empat menempati posisi kedua sebesar 8 persen. Kendaraan truk menempati posisi ketiga sebesar 7 persen, kendaraan sepeda menempati posisi keempat, kemudian sisanya, sebesar 2 persen merupakan kendaraan lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler