31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaBUDAYAWarta Emprit Ganthil,...

Warta Emprit Ganthil, Angkat Nilai-nilai Edukasi Lokal Melalui Pertunjukan Seni

BETANEWS.ID, KUDUS – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Kudus melakukan take video pertunjukan multidisiplin seni bertajuk Warta Emprit Ganthil pada Jumat (17/6/2022) malam di Kampoeng Piji Wetan. Yakni, sebuah pertunjukan yang berisi pesan kepada masyarakat untuk tidak lengah terhadap protokol kesehatan.

Muhammad Zaini, Ketua FK Metra Kabupaten Kudus mengatakan, anjuran tersebut, dihubungkan dengan mitos lokal Dukuh Piji Wetan Emprit Ganthil yang sering dimaknai sebagai pembawa berita duka dan mala petaka.

Pertunjukan seni di Piji Wetan yang mengangkat topik tentangWarta Emprit Ganthil. Foto: Ist.

Baca juga: Nada Sumbang Tampil Menawan di Kampung Budaya Piji Wetan

- Ads Banner -

“Padahal sebenarnya kita diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap bahaya,” terang Zaini.

Koordinator Kampung Budaya Piji Wetan itu juga mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang mudah terpengaruh budaya dan informasi dari luar, serta melupakan pesan yang diwariskan oleh para leluhur.

“Emprit Ganthil juga makhluk Gusti Allah. Maka kita jangan mengusir ataupun mempercayai secara brutal, bahwa Emprit itu membawa derita atau wabah,” jelasnya.

Pertunjukan yang diperankan oleh 14 aktor dengan durasi 30 menit ini juga mengandung ajaran falsafah Sunan Muria yaitu Pager Mangkok dan Tapa Ngeli.

“Pager mangkoknya itu anjuran bersedekah yang bisa menolak bala, sedangkan Tapa Ngeli artinya kita harus mengarus kalau ada informasi seperti ini (Emprit Ganthil, red), tapi jangan sampai terbawa arus,” paparnya.

Baca juga: Kampung Budaya Piji Wetan Dilaunching, Bergas: ‘Ini Wujud Nyata Menjaga Kearifan Lokal’

Oleh karena itu, sambung Zaini, melalui pertunjukan seni ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menyaring informasi yang masuk dan melakukan kontemplasi atau tadabbur diri.

“Ketika menerima informasi jangan langsung dimakan mentah-mentah, tetapi harus diresapi dan difilter dulu, sehingga yang keluar adalah sesuatu yang arif dan bijak,” pesannya.

Editor : Kholistiono

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler