31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaJATENGWarga Jateng Hasilkan...

Warga Jateng Hasilkan 6 Juta Ton Sampah Tiap Hari

BETANEWS.ID, KLATEN – Kepala Dinas Lingungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto membeberkan, sampah yang dihasilkan warga Jateng tiap hari mencapai 6,05 juta ton. Jika dirata-rata, setiap orang menghasilkan sampah 0,5 kilogram sehari.

Dengan adanya fakta ini, pihaknya terus berupaya mengurangi sampah, antara lain melalui kerja sama dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Pihaknya sudah berangsur mengurangi sampah sekitar 30-40 persen, dengan cara mendaur ulang.

Sekda Jateng Sumarno menghadiri Kongres Sampah II di Paseban Candi Kembar–Candi Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten, Sabtu (25/6/2022). Foto: Ist

Pemprov juga berinovasi mengurangi sampah dengan menyiapkan bantuan ke masyarakat, seperti bank sampah, sarpras sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Kemudian pada 2022 dan 2023, pihaknya menyiapkan tempat sampah terpadu regional.

- Ads Banner -

Baca juga: Kudus Kini Punya Pusat Daur Ulang Sampah Berkapasitas 10 Ton Sehari

“Program TPS3R di beberapa desa, kami siapkan. Bahkan teman-teman kabupaten/kota juga membantu program TPS3R,” imbuhnya saat menghadiri Kongres Sampah II di Paseban Candi Kembar–Candi Plaosan, di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Sabtu (25/6/2022).

Satu upaya lagi yang dilakukan adalah menggelar Kongres Sampah. Di kongres yang dihadiri sekitar 5.000 peserta itu, pihaknya berharap akan semakin meningkatkan atau menggerakkan seluruh pemangku kepentingan, untuk bersama menangani sampah.

“Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah kabupaten, pelaku usaha, LSM, masyarakat, juga media, ini kita harapkan bersama-sama menangani sampah. Saya kira itu tujuan kegiatan ini,” kata Widi

Sekda Jateng Sumarno menambahkan, kegiatan juga dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan atau bencana yang terjadi akibat buruknya lingkungan.

Baca juga: Bripka Septi, Sosok Bhabinkamtibmas Perempuan yang Getol Galakkan Program Sedekah Sampah

“Masalah sampah ini juga menjadi PR besar. Karena volume sampah di Jateng cukup besar, yang sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk di Jateng,” ujarnya.

Menurutnya, sampah memang tidak dibutuhkan masyarakat, sehingga cenderung terabaikan. Mereka baru peduli bila terjadi kejadian akibat sampah.

Oleh karenanya, dibutuhkan edukasi agar meningkatkan kesadaran untuk menangani sampah. Sehingga selanjutnya diharapkan masyarakat mampu mengolah sampah menjadi lebih bernilai.

“Sampah organik diubah jadi kompos, dan yang bukan organik bisa didaur ulang,” tandas Sumarno.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler