BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Kretek berhasil mengkaji 24 museum yangbelum diketahui sejarahnya. Hasil ini diketahui saat pihak museum mengadakan seminar hasil kajian koleksi Museum Kretek di Hotel @Hom, Kamis (16/6/2022).
Pamong Budaya Ahli Muda Museum Rangawasita Laila Nur Hayati menjelaskan, 24 koleksi itu terbagi menjadi tiga jenis, yaitu teknologika, botol saus, dan keramologika.
“Ini tahun ketiga Museum Ranggawasita membantu teman-teman Museum Kretek. Karena kegiatan kajian itu penting untuk menarasikan sejarah suatu koleksi,” ujarnya.
Baca juga: Museum Kretek Berhasil Naik Kelas Jadi Tipe B
Laila menjelaskan, 24 koleksi yang sudah berhasil dikaji tahun ini antaranya ada botol saus, perajang tembakau tradisional (cacak), gilingan tembakau, krondo, alat contong rokok klobot, alat besut klobot, dan gerobak kerangkeng.
Laila menambahkan, dalam kegiatan kajian hal terpenting yang harus dilakukan adalah data harus bisa dibaca, mencari informasi langsung ke lapangan, mencari narasumber yang paham atau pernah hidup di masanya dan melakukan aktivitas tersebut.
“Dari semua data yang kita dapatkan, tidak semua koleksi bisa kita identifikasi. Beberapa ada yang gagal karena tidak bisa dibunyikan,” ujarnya.
Baca juga: Museum Kretek dan Patiayam Dapat Gelontoran DAK Masing-Masing Rp700 Juta
Lalu untuk kajian koleksi tahun ini, Laela mengaku membutuhkan literatur yang lebih agar koleksi bisa diidentifikasi.
“Kalau kajian tahun kemarin kan koleksi Niti Semito jadi tidak ada kesusahan. Tapi karena tahun ini yang kita kaji adalah benda teknologika, jadi kita membutuhkan literatur yang lebih. Kita juga harus mencari narasumber dan harus ke lapangan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

