31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

60 Warga Pati Dapat Pelatihan Usaha Kuliner dari Pemprov Jateng

BETANEWS.ID, PATI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan pelatihan kuliner bagi 60 penerima zakat di SMKN Jateng Kampus Pati, Senin (6/6/2022). Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, dan Santri Gayeng Nusantara (SGN) Jateng.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, setelah pelatihan ini, para warga Pati itu akan mendapat berbagai dukungan, seperti mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal.

Gus Yasin menghadiri pelatihan usaha kuliner di SMKN Jateng Kampus Pati, Senin (6/6/2022). Foto: Ist

“Anda semua setelah dilatih, nanti juga pasti akan dorong di kemudian hari, anda semua ada izin, bentuknya PIRT. Kalau sudah dapat PIRT, nanti saya minta agar didorong lagi, mengurus sertifikat halal. Ini penting, karena bisa meningkatkan kemantapan konsumen,” kata Gus Yasin.

-Advertisement-

Baca juga: BLK Kudus Buka Pelatihan Pengelasan dan Otomotif Mobil, Berikut Jadwalnya

Di sisi lain, Gus Yasin melihat pelatihan kuliner ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah. Tentunya dengan memanfaatkan dana Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) yang dihimpun oleh Baznas Jateng.

Para mustahik, lanjut wagub, mendapatkan manfaat bukan berupa uang, melainkan pelatihan-pelatihan. Sehingga, mereka nantinya bisa berusaha dan terus mengembangkan usahanya.

“Uang Baznas bukan hanya dibagikan kepada mustahik. Tapi bagaimana caranya agar dana yang terhimpun ini bisa berkembang, namun tidak menyalahi aturan. Nah, mustahik diberi pelatihan, dibantu, dikembangkan usahanya. Nanti yang tadinya menerima zakat, kemudian hari ikut memberikan zakat,” papar wagub.

Baca juga: Penyandang Disabilitas di Pekalongan Akan Dapat Pelatihan Usaha dari Pemprov Jateng

Ketua Baznas Jateng, Ahmad Daroji mengatakan, pelatihan kuliner dipilih supaya mustahik memiliki keterampilan yang dibutuhkan orang lain. Sehingga peluang untuk membuka usaha di bidang tersebut sangat tinggi.

Daroji berharap, para mustahik yang saat ini dilatih, mendatang bisa menuai kesuksesan. Dia ingin agar mereka juga bisa memberikan zakat setelah usahanya berhasil.

“Boga ini sudah dikembangkan di beberapa daerah. Dengan pelatihan ini nanti (mustahik) bisa mengembangkan usahanya. Setelah kita teliti, hampir semuanya berhasil. Mereka mustahik, lama-lama sudah bisa berdiri sendiri bahkan (memberi) infak,” tandas Daroji.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER