BETANEWS.ID, SEMARANG – Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprediksi bakal terjadi cuaca ekstrem selama tiga hari di Jawa Tengah. Hal itu disebabkan musim ini memasuki pancaroba.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sutikno mengatakan, saat ini sudah memasuki musim transisi. Hal itu akan membuat intensitas curah hujan tinggi.
Baca juga : Hadapi Cuaca Ekstrem Desember-Februari, Ganjar Minta Semua Siaga Bencana Sampai April
“Kelembaban udara yang relatif cukup tinggi turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” jelasnya saat dihubungi, Senin (14/3/2022).
Selain hujan dengan intensitas tinggi, dia juga mengingatkan kepada warga Jateng agar lebih waspada karena bakal terjadi kilatan petir dan angin kencang.
“Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan muncul pada tanggal 14-16 Maret 2022,” katanya.
Menurutnya, pergerakan sirkulasi siklonik telah mengakibatkan peningkatan suhu muka laut di Samudera Hindia dan Laut Jawa.
Baca juga : Pemkot Semarang Gunakan Program Covid-19 untuk Hadapi Cuaca Ekstrem
“Untuk saat ini ada potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” imbuhnya.
Karena ada siklonik di selatan Jawa dan Selat Karimata, secara otomatis ada kenaikan suhu muka laut di Laut Jawa ditambah munculnya angin baratan yang masih kencang.
“Banjarnegara hingga Wonogiri diterjang cuaca ekstrem selama tiga hari. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, cuaca ekstrem akan terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Jateng,” paparnya.
Editor : Kholistiono

