Bench marking

Di Negara bagian Australia Selatan, tahun 2003 didirikan State Level Crossing Safety Advisory Committee (SLCSAC) untuk mengurangi jumlah, biaya dan trauma tabrakan di perlintasan kereta dengan cara yang paling hemat biaya.  Selain itu juga untuk meningkatkan upaya kordinasi antara badan-badan pemerintah dan pemangku kepentingan utama dalam meningkatkan keselamatan perlintasan kereta dan bertindak sebagai badan penasehat bagi Menteri Keselamatan Jalan.

Menurut Department of Transport, Energy and Infrastructure, terdapat 8 aksi yang dilakukan (1) meluncurkan teknologi red light camera pada beberapa perlintasan sebidang, (2) meluncurkan boomgate dan flashing light pada perlintasan sebidang, (3) bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk merasionalisasi dan menutup perlintasan sebidang dengan tingkat rasioa yang tinggi, (4) mendanai program black spot perlintasan sebidang dalam kerja sama dengan pemda, (5) pemasangan automatic gates pejalan kaki dan sistem peringatan dini lebih dari satu kereta di jalur penyeberangan pejalan kaki perlintasan sebidang pada wilayah suburban (6) mendukung kampanye pendidikan termasuk kampanye penegakan hukum oleh Polisi Australia Selatan untuk mencegah perilaku buruk di perlintasan sebidang, (7) menetapkan perjanjian antara pemilik lintasan dan otoritas jalan untuk mengelola risiko perlintasan sebidang, dan (8) investigasi teknologi persinyalan dan telekomunikasi.

Di samping itu, United Nations Economic Commission for Europe (Unece), impelementasi peningkatan keselamatan melalui opendekatan dafe system, (1) pemerintah memprakarsai keterlibatan otoritas jalan dan kereta api dalam konsultasi aktif untuk implementasi peningkatan keselamatan, (2) manajemen risiko perlintasan sebidang Plan-Do-Check-Act, proses perbaikan berkelanjutan. Merencanakan (Plan) yaitu mengevaluasi risiko dan memprioritaskan tindakan korektif. Melakukan (Do), yakni menerapkan tindakan korektif per anggaran yang tersedia. Memeriksa (Check), menilai dan mengevaluasi kenierja. Bertindak (Act), yaitu menilai, mengembangkan dan mengimplementasikan peningkatan.

Pendekatan sistem untuk perlintasan sebidang (1) pemerintah terlibat dan komitmen untuk vision zero, dan (2) pebentukan kelompok kerja nasional untuk menerapkan pendekatan safe system (www.unece.org).

- advertisement -

Tidak paham

Kecelakaan rombongan Bus Pariwisata biasanya Pengemudi tidak paham dengan rute yang akan dilalui karena bukan pramudi tetap/pegawai di PO Bus Pariwisata tersebut melainkan pramudi siapapun yang penting punya SIM B1/B2, walaupun tidak memiliki pengalaman cukup di rute tersebut. PO Bus Pariwisata tidak memilki risk journey yang dijadikan panduan pramudi ketika akan berangkat ke suatu tujuan.

Hal ini mengakibatkan pengemudi tidak paham road hazard mapping pada rute yang akan dilalui. Tidak ada tata cara mengemudi bus convoy atau rombongan di jalan, sehingga pramudi cenderung selalu ingin lebih cepat sampai tujuan tanpa memperhatikan keselamatan. Hal ini akan diperparah lagi jika penumpang juga meminta pengemudi agar bus mereka paling duluan sampai di tujuan.

Faktor lainnya mengenai perlintasan sebidang yang tidak dijaga sebaiknya Pemerintah Daerah melalui Dishub bekerjasama dengan PT KAI melakukan audit agar dapat melakukan mitigasi risikonya, sehingga ada solusi jangka pendeknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini