BETANEWS.ID, KUDUS – Manajer Persiku Junior Ade Roni Saputra menyayangkan kejadian perusakan Bus Persiku. Saat ini, ia belum mengetahui secara pasti motif perusakan itu. Namun, pihaknya menduga pihak suporter Persiku sendiri yang melakukan tindakan anarkis itu.
“Karena dilihat dari letak kerusakan, tidak mungkin dilakukan dari luar stadion. Kemungkinan besar memang dari dalam. Saya sangat menyayangkan, fasilitas yang Persiku punya seharusnya kita jaga bersama. Tapi dari oknum yang tidak bertanggungjawab malah melakukan perusakan,” ungkapnya.
Kepada oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, Ade Roni berharap mereka bisa lebih dewasa dalam bertindak. “Lebih dewasa menyikapi kondisi sepak bola di Kudus yang belum kondusif ini,” pintanya.
Baca juga: Bus Persiku Dirusak, Kaca Depan dan Samping Pecah
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus Imam Triyanto belum bisa menjelaskan kronologi sebenarnya seperti apa. Perlu adanya pengecekan rekaman CCTV yang ada di stadion. Namun sebenarnya, pengelolaan bus merupakan tanggungjawab tim Persiku.
“Barang (bus) kita pinjam ke Pemerintah Kabupaten Kudus dari Disdikpora (Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga). Jadi terkait kerusakan ini kita perlu koordinasi dengan Disdikpora dulu,” ungkapnya saat dimintai keterangan lewat sambungan telefon.
Diberitakan sebelumnya, bus Persiku yang terparkir di dalam Stadion Wergu Wetan mengalami kerusakan cukup parah. Kaca bagian depan bus tampak bolong sebesar kepalan tangan, sementara bagian samping, sekitar 30 centimeter. Bahkan, barang berupa bukti batu-batu kecil yang diduga untuk merusak bus juga masih ada di dalam kendaraan tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin

