Biaya Ngaben Mahal, Umat Hindu Bali yang Tak Mampu Bisa Lakukan Ini Terhadap Jenazah Keluarganya

BETANEWS.ID, BALI – Masyarakat Hindu di Bali jika meninggal dunia wajib hukumnya dilakukan prosesi Ngaben. Sebab warga Hindu di Bali percaya dengan Ngabenlah, roh yang meninggal bisa terlepas dengan jasad kasarnya.

Namun untuk melaksanakan prosesi ngaben membutuhkan biaya yang tak murah. Lalu bagaimana dengan jenasah umat Hindu Bali yang tak mampu melakukam prosesi Ngaben, karena terkendala biaya?

Tour Guide Bintang Bali yakni Nanang Nawawi mengatakan, prosesi Ngaben memang membutuhkan biaya yang tidak murah. Prosesi Ngaben setidaknya membutuhkan biaya puluhan juta. Bahkan saudaranya pernah melaksanakan prosesi Ngaben dengan cara paling sederhana itu menelan biaya Rp 27 juta.

-Advertisement-

Baca juga : Inilah Alasan Umat Hindu di Bali Jika Meninggal Dilakukan Ngaben

“Kalau persyaratannya lengkap ada bade sapi dan bangunan rumah dalam ritual Ngaben, biayanya bisa mencapai Rp 70 juta sampai Rp 80 juta,” ujar pria yang akrab disapa Nanang kepada Betanews.id, beberapa waktu lalu.

Nanang lalu mengungkap bagimana nasib jenazah warga Hindu di Bali yang tak mampu secara ekonomi dan ada anggota keluarganya yang meninggal. Jangankan melaksanakan prosesi Ngaben, untuk makan sehari-hari saja susah.

“Sebenarnya untuk memfasilitasi hal tersebut, Pemerintah Pusat telah memerintahkan Pemerintah Daerah, di sini Pemerintah Provinsi Bali untuk mengadakan prosesi ngaben massal. Namun Ngaben massal itu tidak dilaksanakan setiap waktu. Ngaben massal itu pelaksanaannya lima tahun sekali,” bebernya.

Sehingga warga umat Hindu yang tak mampu melaksanakan Ngaben secara mandiri, jika ada anggota keluarganya meninggal pun menanti pelaksanaan Ngaben massal tersebut.

“Karena penantian pelaksanaan Ngaben massal itu bisa bertahun-tahun, maka biasanya jenazah dimakamkan terlebih dulu oleh keluarganya,” terangnya.

Baca juga : Sejarah Pura Tanah Lot di Bali, Tercipta dari Ilmu Spiritual Resi Sakti dari Jawa

Nanti, lanjutnya, dua hari jelang pelaksanaan Ngaben, jenasah itu diangkat kembali dari liang lahat. Jika yang tersisa hanya tulang belulang, maka yang dibakar diprosesi Ngaben itu yang masih tersisa dari jenazah tersebut.

“Jika yang tersisa tulang-belulang saja yang dibakar ya tulangnya. Itu sudah sah dalam pelepasan roh yang meninggal untuk mencapai Nirwana,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER