BETANEWS.ID, SEMARANG – Data Pemerintah Kota Semarang menyebut, jumlah anak yang mengalami stunting di Kota Semarang mencapai 1.367 orang atau 3,1 persen dari total 44.058 anak.
Menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, data ini rupanya berbeda jauh dengan Pemerintah Pusat yang mencapai 21,3 persen. ia mengakui, sampai saat ini, data anak stunting masih jadi persoalan rumit.
“Di luar perbedaan data stunting, kami terus berupaya untuk mengatasi stunting,” katanya saat ditemui di Balaikota Semarang, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Angka Stunting di Jateng Turun Hingga 17 Persen, Lampaui Target SDGs
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum paham soal gizi untuk anak, sehingga perlu dilakukan sosialisasi. Makanya, pihaknya akan melakukan pemberian makanan bergizi sehari tiga kali untuk anak yang mengalami stunting.
“Program tersebut akan dilakukan selama tiga bulan,” ujar Hendi.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Semarang juga akan memberikan susu dan vitamin untuk mengurangi angka stunting. Dia berharap tahun depan angka stunting bisa turun.
“Kalau angkanya hari ini sangat menakutkan, tapi saya yakin tahun depan sudah bisa turun sangat drastis,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

