BETANEWS.ID, KUDUS – Tergiur dengan harga murah, kakak beradik Musmiah (60) dan Siti Mutoharoh (45), yang merupakan pengusaha kerupuk dari Dukuh Kawaan, Desa Cendono, RT 3 RW 8, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus menjadi korban penipuan minyak goreng palsu. Akibatnya, mereka mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Siti Mutoharoh menceritakan, awalnya ia tidak ada rasa curiga sama sekali kepada sales minyak goreng yang menawarinya. Apalagi ini bukan kali pertama ia membeli minyak goreng di agen tersebut.
Baca juga : Kesal Keliling Kudus Tak Dapat yang Rp14 Ribu, Warga: ‘Minyak Goreng Murah Wacana Tok’
Ketika itu, ia ditawari minyak goreng dengan harga Rp 16.500 per liternya. Tanpa pikir panjang, Siti langsung memesan 21 jeriken minyak goreng curah. Di mana tiap jeriken berisi 17 liter minyak. Dengan total biaya yang perlu dibayarkan Siti senilai Rp 5,850 juta.
“Jadi saya ya percaya aja, tidak curiga sama sekali. Saya bayar dulu Rp 5 juta, sisanya nanti,” kata Siti, Rabu (16/2/2022).
Satu jeriken minyak dikirimkan ke Siti pada sore hari. Saat dicek, tidak ada yang salah dengan minyak gorengnya. Namun anehnya, 20 jeriken sisanya baru dikirim saat petang. Siti pun tidak curiga sama sekali dan langsung membayar semuanya tanpa mengecek kembali minyak yang dibeli.
“Tapi pas mau dipakai, lha kok cuma air dikasih pewarna kuning aja. Beda sama satu jeriken sebelumnya. Saya coba hubungi nomor yang diberikan ke saya, tapi tidak malah tidak bisa dihubungi,” jelasnya.
Keadaan sama juga dialami oleh sang kakak, Musmiah dan suami, Asnawi. Saat ingin menggoreng kerupuk jualannya, tidak disangka yang di dalam jeriken bukan minyak goreng, melainkan air putih, tanpa ada unsur minyaknya sama sekali.
Baca juga : Minyak Goreng Rp14 Ribu di Pasar Bitingan Langka
“Beli minyak itu Hari Sabtu lalu, beli total 125 liter. Beli 5 jeriken. Karena tergiur harga yang murah, Rp 16.500 biasanya kan sekitar Rp 18 ribu. Tapi waktu saya buka, jeriken isinya malah air warna putih,” cerita Asnawi.
Ia tidak tahu menahu bagaimana bisa pesanan minyak gorengnya malah berubah air. Apalagi, ini kali keempat ia memesan minyak goreng di agen yang sama. Dengan kejadian ini, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta.
Editor : Kholistiono

