31 C
Kudus
Selasa, Juni 28, 2022
spot_img
BerandaSOLONekat Terobos Rombongan...

Nekat Terobos Rombongan Pejabat, Pedagang Ini Marahi Gibran saat Meninjau Pasar Legi

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapatkan aduan dengan nada keras secara langsung dari salah seorang pedagang di Pasar Legi, Solo. Kejadian tersebut, terjadi saat Gibran tengah mendampingi Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti melakukan tinjauan di bangunan Pasar Legi yang baru tersebut, Sabtu (15/1/2022).

Pedagang tersebut bernama Kristin (38), salah seorang penjual sayuran yang mendapat kios di dekat blower. Wanita tersebut tiba-tiba mendatagi Gibran dan marah-marah mengeluhkan bisingnya suara blower yang berada tepat di atas kiosnya.

Kepada wartawan, Kristin bercerita, bahwa blower yang tepat di atas kiosnya sangat bising. Terlebih dengan kios yang ia dapat berada di belakang, daganganya sepi saat menempati lokasi baru tersebut.

Pedagang Pasar Legi mengadu ke Gibran. Foto: Khalim Mahfur.
- Ads Banner -

Baca juga : Menanti 3 Tahun, Menuk Senang Akan Segera Tempati Pasar Legi Kembali

“Ya susah to, kalau ngomong dia (pembeli) nggak denger. Jangankan ngomong, telepon masuk aja nggak denger kok, ada dering panggilan aja nggak denger aku,” ucapnya.

Kios yang ditempati oleh Kristin memang berada di belakang dan berhadapan dengan tembok kosong. Belum lagi, akses menuju ke kiosnya yang cukup susah, sehingga sangat sedikit pembeli yang datang langsung ke tempatnya. Ia juga mengaku hanya bisa melayani pembeli yang memesan secara onine.

“Ini lho aksesnya masuk itu sulit, kita mesti muter, lah posisi saya itu kan paling belakang. Ya misalkan saya jadi pembeli ya milih yang praktis, cepet, ngapain ribet harus muter,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, Kristin juga mengeluhkna masalah air hujan yang sering tampias saat hujan. Ia berinisiatif untuk menggunakan spanduk untuk ia gunakan sebagai penutup, namun tidak diperbolehkan oleh pengelola Pasar Legi.

“Kalau hujan aire ini masuk sini, dan anehnya dari sini kita mau pake penutup kaya MMT atau apa gitu nggak boleh, kan lucu to. Padahal nuwun sewu (maaf), pembeli itu dateng kalau tempatnya aja nggak nyaman pasti nggak mau to, pasti mau jalan aja takut, licin, kepleset nggak ada kanopinya airnya masuk sini,” terangnya.

Sejak menempati kios baru pada 10 Januari lalu, Kristin mengaku sudah melaporkan keluhan-keluhan yang ia alami di tempat yang baru tersebut. Namun, aduannya itu belum mendapatkan respon langsung dari pihak Dinas Perdagangan Kota Solo.

“Lha lapor ke sini nggak digubris, nggak ada kesempatan buat saya kok, lha nuwun sewu, Pak Wali kalau ke sini cuma diarahin ke depan, nggak diarahin ke belakang. Lha kita grup belakang itu banyak sekali keluhannya. Nggak pernah ketemu, makanya ini tadi nekat, nuwun sewu, saya ya agak lancang tadi,” ujarnya.

Menanggapi adanya pedagang yang marah-marah menyampaikan keluhannya tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabumming Raka mengatakan, tujuannya meninjau bangunan baru tersebut adalah menerima keluhan dari pedagang.

“Lha ini udah kita tampung semua kok, yang masalah exhaust fan yang berisik, terus yang tampias itu, nanti kita perbaiki. Nanti kita pakai kipas angin yang lebih kedap suara ,nanti kita carikan solusinya,” papar Gibran.

Baca juga : Akan Diresmikan Gibran Januari 2022, Pasar Legi Punya Water Sprinkler untuk Atasi Kebakaran

Sementara itu, untuk mengatasi tampias saat hujan, Gibran mengatakan, bahwa ia sudah meminta izin kepada Dirjen Cipta Karya untuk mendesain kanopi. Ia mengatakan, yang terpenting bahwa masyarakat dapat menggunakan bangunan baru yang lebih bersih.

“Seng penting ini lho, pasare anyar to (pasarnya baru), dagangane tambah rame, kegiatane di Solo tambah rame. Untuk masalah tangga licin, masalah kipase berisik masalah ini itu, bisa sambil jalan dodolan disek (jualan dulu), lha timbang dodolan neng pasar darurat kaya gitu ya mending di sini, sudah tempatnya bagus,” kata Gibran.

Meski demikian, Gibran juga mengucapkan terima kasih kepada para pedagang yang sudah mau pindah ke bangunan Pasar Legi yang baru. Menurutnya, hampir seluruh pedagang sudah masuk ke pasar tersebut, karena memang bangunan di pasar darurat sudah dibubarkan.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler