Jalan Kaligawe Raya Sering Banjir, Penghasilan PKL Ikut Berkurang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Bambang, pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Terminal Terboyo, Kota Semarang, merugi lantaran banjir yang sering terjadi di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Karena banjir, banyak pembeli yang enggan mampir di warungnya yang berada di trotoar jalan tersebut. Jika musim hujan, Bambang lebih sering tutup ketimbang buka.

Baca juga : Ganjar Cek Banjir Jembatan Tol Kaligawe, Ternyata Hanya Ada Pompa Kecil

-Advertisement-

“Penghasilannya berkurang 80 persen,” jelasnya saat ditemui di warung miliknya, Sabtu (1/1/2021).

Dia mengatakan, di Jalan Kaligawe Raya memang sering terjadi banjir dan rob. Biasanya, air rob dan banjir bisa bertahan hingga berhari-hari. Hal itu membuatnya pusing tujuh keliling.

“Kalau kayak gini ya bisa sampai berhari-hari,” ujarnya.

Dia menduga, lokasi tempat dia jualan sering terjadi banjir dan rob lantaran terdapat pendangkalan sungai. Hal itu mengakibatkan air yang seharusnya mengalir di sungai meluber ke jalan raya.

“Kalau ini karena pendangkalan sungai. Saya sudah jualan puluhan tahun,” paparnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Arifin. Banjir dan rob sudah mulai sejak hujan lebat tadi malam. Menurutnya, saat ini kondisi banjir dan rob sudah mulai surut.

“Sudah mulai surut ini, tapi biasanya memang lama,” ucapnya.

Baca juga : Jalan Kaligawe Rusak Parah, Pengendara : ‘Kalau Lewat Sini Saya Istigfar, Biar Selamat’

Karena banjir dan rob itu, beberapa pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir dan rob tersebut juga banyak yang mogok.

“Banyak yang mogok, banjirnya itu sekitar 50 sentimeter sampai 60 sentimeter awalnya. Sekarang sudah mulai surut,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER