31 C
Kudus
Rabu, Juni 29, 2022
spot_img
BerandaKUDUSIni Langkah Dinas...

Ini Langkah Dinas PKPLH untuk Ciptakan Kudus Sebagai Kota Bersih dan Rapi

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus memaksimalkan penyapuan jalan untuk menciptakan Kudus menjadi kota bersih. Terutama yang berada di pusat kota, di antaranya sepanjang Jalan dr Loekmono Hadi, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, hingga Alun-alun Simpang 7 Kudus.

“Demi menciptakan Kudus bersih, kita melakukan penyapuan jalan lebih teratur. Apalagi di musim penghujan, penyapuan lebih membutuhkan banyak, waktu karena daun lengket di aspal,” kata Kepala Dinas PKPLH Kudus Agustinus Agung Karyanto, Kamis (20/1/2022).

Demi menciptakan Kudus bersih, lanjut Agung, PKPLH juga meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir).

- Ads Banner -

Baca juga : Reklame dan Baliho Liar Dicopot Tim Kudus Gasik

Sub Koordinator Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun), Heri Muryanto menambahkan, saat musim hujan seperti sekarang ini, tenaga penyapu jalan lebih ditingkatkan. Sebab, banyak dedaunan yang susah disapu karena menempel di aspal.

Untuk itu, tenaga penyapu jalan telah disiagakan di setiap lokasi. Menurut Heri, total tenaga kontrak yang bekerja menyapu jalan dan menata Kudus agar terlihat bersih dan rapi ada 238 orang. Ditambah dengan beberapa petugas kebersihan yang sudah PNS juga.

Para petugas pun dibagi-bagi di beberapa lokasi. Seperti di Jalan Sudirman ada 6 petugas, Jalan Loekmono Hadi 4 orang, Jalan Ahmad Yani 3 orang, kemudian Alun-alun Simpang 7 ada 3 orang.

“Itu hanya bertugas menyapu jalan saja. Kalau untuk penataan tanaman di jalan-jalan, itu ada petugasnya sendiri,” ungkap Heri.

Setiap harinya, penyapuan jalan dilakukan dua kali. Yakni, pagi sekitar pukul 05.00 WIB dan sore hari. Petugasnya pun berganti, antara shif pagi dan sore.

Bukan hanya penyapuan jalan, penanganan sampah juga dilakukan demi menciptakan Kudus bersih. Heri menjelaskan, bahwa selama ini sampah-sampah yang diangkut maupun dibersihkan para petugas Dinas PKPLH akan dipilah antara sampah organik dan sampah anorganik.

Bekerja sama dengan PT Djarum, sampah organik menjadi pupuk kompos dan untuk sampah anorganik, akan dipilah-pilah lagi.

“Sampah anorganik bisa diberikan ke Bank Sampah. Masyarakat pun harapannya bisa memilah sampah anorganik mereka dan menukarkan dengan tabungan di bank sampah milik Kabupaten Kudus,” ucapnya.

Baca juga : Percantik Kawasan Alun-Alun Kudus, Perimbasan Pohon Utamakan Estetika

Bahkan pihak Dinas PKPLH berharap desa bisa ikut mengolah sampah para warganya. Memilah sampah-sampah yang bisa ditukarkan ke Bank Sampah dan mana yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos.

“Kita ingin teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah. Di setiap desa bisa ada. Desa ikut mengolah sampah. Semua sampah tidak dibawa ke TPA semua,” tandasnya.

Selain itu, Dinas PKPLH juga rutin melakukan perambasan pepohonan yang sekiranya membahayakan dan yang perlu dirapikan demi Kudus lebih tertata rapi.

Editor : Kholistiono

Lipsus 14 - Penerapan Teknologi Bambu untuk Tanggul Laut Tol Semarang Demak

Tinggalkan Balasan

31,944FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,332PengikutMengikuti
80,005PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler