Bagi Siu, Menjual Kue Keranjang Tak Sebatas Cari Untung Tapi Menjaga Warisan Leluhur

BETANEWS.ID, SEMARANG – Mendekati perayaan Tahun Baru Imlek, penjual pernak-pernik dan kuliner khas Tionghoa marak ditemui di Pecinan, Kota Semarang.

Salah satu makanan yang paling familiar adalah kue keranjang. Beberapa toko di Pecinan kini sudah mulai jualan kue keranjang untuk menyambut Imlek tahun ini.

Bagi sebagian warga Tionghoa, menjual kue keranjang tak hanya untuk mencari keuntungan, namun juga untuk menjaga warisan budaya leluhur dalam bentuk makanan.

-Advertisement-
Yanti, salah satu penjual kue keranjang di Pecinan Semarang. Foto: Dafi Yusuf.

Baca juga : Angpao Bergambar Macan Banyak Diburu Jelang Imlek

Jika dilihat, kue keranjang memang bukan sekadar kue. Makanan tersebut memiliki filosofi tersendiri. Kue keranjang atau disebut juga Nian Gao ini merupakan kue tradisional khas Tionghoa.

Kue keranjang menjadi unsur kebudayaan yang selalu ada pada saat Tahun Baru China atau Imlek. Maklum saja, jika di Pecinan saat ini banyak ditemui kue keranjang.

Pedagang di Jalan Wotgancul Timur, Pecinan, Siu mengaku baru jualan kue keranjang sejak satu minggu yang lalu. Biasanya, dia hanya jualan kue nopia dan beberapa makanan ringan.

“Ini mulai jualan (kue keranjang) lagi, baru sekitar seminggu,”jelasnya, Kamis (20/1/2022).

Rata-rata kue keranjang yang dipasarkan di kawasan Pecinan adalah hasil kulakan dari luar kota. Menurut Siu, saat ini di Kota Semarang sudah sangat jarang yang mau membuat kue keranjang.

“Kue keranjang ini merupakan buatan pabrik di Pekalongan. Saya beli dari sana,” katanya.

Untuk Imlek tahun ini, dia belum bisa memprediksi apakah penjualan kue keranjang tahun ini laku banyak atau tidak. Pasalnya sejak pandemi, pendapatannya mengalami penurunan.

“Jadi tak hanya jualan, ini juga untuk menghidupkan budaya leluhur. Kalau Imlek disarankan makan yang manis-manis,” paparnya.

Baca juga : Tak Ada Perayaan Tahun Baru Imlek, Penjualan Barongsai di Pecinan Semarang Sepi Pembeli

Pedagang lain, Yanti mengaku sudah puluhan tahun jualan kue keranjang. Dulu, keluarganya memproduksi kue keranjang. Namun, saat ini dia hanya menjual.

“Dulu ibu saya yang membuat. Tapi sekarang tak ada yang bisa,” ujarnya.

Kue keranjang paling banyak terjual adalah hasil buatan pabrik yang dibungkus plastik. Biasanya satu kilogram berisi empat buah seharga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Kalau kue keranjang yang tradisional, dibungkus daun pisang. Rasanya itu beda, harganya juga lebih mahal,”katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER