BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus sudah menggencarkan Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik untuk ternak. Hal itu bertujuan meningkatkan populasi ternak khususnya kambing dan sapi. Namun, kawin suntik hanya bisa dilakukan saat masa birahi.
Kasi Usaha Sarana Prasarana Peternakan pada Dispertan Kudus, Dwi Listiani mengatakan, pelaksanaan kawin suntik memang harus saat ternak sedang birahi. Oleh sebab itu, pemilik ternak harus tahu ciri-ciri ternaknya sedang masa birahi.
“Ada ciri-ciri khusus ternak kambing dan sapi sedang masa birahi. Biasanya kami menyebutnya dengan istilah A3 yakni abang, aboh, dan anget,” ujar perempuan yang akrab disapa Lilis kepada Betanews.id, Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Tingkatkan Populasi, Dispertan Kudus Akan Genjot Kawin Suntik Ternak pada 2022
Ia menjelaskan, Abang itu saat alat kelamin sapi dan kambing berwarna merah. Abuh itu berarti kelaminnya bengkak. Sedangkan anget, saat dipegang kelaminnya terasa hangat.
“Selain itu, ternak yang sedang masa birahi sering bersuara atau bengak-bengok, sering bergerak tidak mau tenang dan alat genetiknya mengeluarkan lendir. Serta ada tambahan, kambing betina itu biasanya ekornya dinaikkan ke atas saat masa birahi,” terangnya.
Pada saat ternak memasuki masa birahi, ia mengimbau agar sesegara mungkin dikawin suntik. Sebab jika telat, kawin suntik tidak akan berpengaruh atau besar kemungkinan gagal. Menurutnya, masa birahi ternak sapi dan kambing itu antara 18 hari sampai 22 hari dari masa birahi pertama.
“Masa birahi itu tidak 18 hari atau 22 hari berturut-turut. Namun, dalam kurun waktu tersebut ternak akan mengalami masa birahi, kemudian turun birahinya dan nanti masa birahi lagi. Oleh sebab itu peternak harus cermat,” bebernya.
Baca juga: Permintaan Terus Meningkat, Warga Kudus Kini Banyak yang Beralih Ternak Kambing
Dia mengatakan, pelaksana IB atau kawin suntik di Kudus sudah berjalan. Tahun ini ada 400 ternak meliputi sapi dan kambing. Sedang tahun depan targetnya ada 600 ekor ternak yang akan diberikan kawin suntik.
“Untuk ternak kambing biasanya memang untuk peningkatan populasi sehingga betina kambing bisa beranak tanpa pejantan. Sedangkan sapi, itu lebih untuk meningkatkan produksi susu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

