31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Lahan untuk Pertanian Tinggal 6 Persen, Ratusan Warga Semarang Lakukan Urban Farming

BETANEWS.ID, SEMARANG – Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Semarang, luas lahan pertanian tinggal 6 persen dari total luas keseluruhan Kota Semarang. Untuk itu, Pemkot Semarang menginisiasi adanya urban farming, agar petani bisa menanam di lahan perkotaan yang terbatas.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur mengatakan, di dalam Perda Kota Semarang tentang Tata Ruang, mengatur luasan lahan untuk pertanian sebanyak 6 persen yang harus dipertahankan dan tidak boleh diubah fungsinya menjadi lahan lain.

Baca juga : Setiap Jumat, Puluhan Produk Petani di Kota Semarang Dipamerkan di Pasar Tani

-Advertisement-

“Nah untuk perkotaan ini kita dorong untuk urban farming, karena dengan urban farming kita manfaatkan betul setiap jengkal tanah yang tadinya bukan untuk pertanian menjadi lahan produktif,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Sabtu (13/11/2021).

Untuk program urban farming, Pemkot Semarang sudah mengeluarkan yang namanya perwal tentang pembudayaan urban farming. Gerakan urban farming tersebut, nantinya akan memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk tanaman.

Karena pandemi, menurutnya banyak orang stay at home yang tetap mebutuhkan makan beras. Hal itu membuat masyarakat banyak yang melakukan kegiatan menanam di rumah masing-masing untuk mencukupi kebutuhan setiap hari.

“Masyarakat akhirnya mau tidak mau, suka atau tidak suka melakukan kegiatan penanaman di rumah untuk mencukupi kebutuhan pangannya sendiri,” ucapnya.

Sampai saat ini, pihaknya memang sedang mendorong masyarakat agar melakukan urban farming melalui pembentukan kelompok di daerah. Untuk itu, pihaknya juga menyediakan pelatihan untuk warga yang berminat melakukan urban farming.

“Kita selalu ada kegiatan pelatihan, setiap hari Sabtu kita selalu ada pelatihan,” katanya.

Baca juga : Setelah 113 Hari, Padi Kualitas Premium di Balai Kota Semarang Akhirnya Dipanen

Sejauh ini, sudah ada 116 kelompok tani urban farming. Selain itu, banyak juga kelompok-kelompok RT yang juga melakukan urban farming. Jika ditotal, sudah ada 500 bibit baru yang melakukan urban farming di Kota Semarang.

“Selama pandemi sudah 50 kali melakukan kegiatan. Jadi mungkin sudah ada 500 bibit-bibit baru (anggota baru), orang-orang yang suka dengan urban farming,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER