Dari 11 Pintu Air Bendung Wilalung, Hanya 3 yang Berfungsi

BETANEWS.ID, KUDUS – Pintu pengendali banjir Bendung Wilalung di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kini kondisinya sudah tak lagi maksimal. Sebab, pengendali banjir buatan Belanda tahun 1918 itu hanya menyisakan tiga pintu air yang berfungsi normal.

Pelaksana Lapangan Serang, Lusi, Wulan pada BBWS Pemali Juana, Heri Bangkit Setiadi menjelaskan saat ini hanya 3 pintu yang bisa dioperasikan, yaitu pintu nomor 6, 7, dan 8.

Normalisasi di aliran sungai dekat Bendung Wilalung untuk antisipasi debit air sungai meninggi. Foto: Kaerul Umam.

“Pintu nomor 7 dan 8 merupakan pintu elektrik dan pintu nomor 6 manual. Kalau pintu ke Sungai Wulan (pintu nomor 1 dan 2) sudah los (dibuka terus). Itu pintu (pintu nomor 3-11) ke arah Sungai Juwana,” jelas Heri Jumat (19/11/21).

-Advertisement-

Baca juga: Gundulnya Pegunungan Kendeng Disebut Jadi Penyebab Banjir di Kudus

Heri menjelaskan, Bendung Wilalung mempunyai 11 pintu pengendali banjir. Itu terdiri dua pintu ke arah Sungai Wulan dan sembilan pintu ke arah Sungai Juwana. Waktu itu, pintu arah Juwana lebih banyak karena untuk mengairi area tanaman tebu di Kabupaten Kudus dan Pati.

“Supaya Belanda bisa menanami di daerah rawa dengan tanaman Tebu, sebagai pemasok bahan baku Gula untuk Pabrik Rendeng di Kudus dan Trangkil di Pati,” jawab Heri.

Heri menjelaskan, dari belasan pintu, ada 8 pintu yang tidak bisa dioperasikan dan membutuhkan perbaikan agar bisa berfungsi seperti semula. Namun kata dia, pihaknya masih menunggu kegiatan normalisasi Sungai Wulan dan Sungai Juwana.

“Yang sudah mati total pintu nomor 1 sampai 5. Ditambah pintu 10 dan 11, saat ini kita juga masih menunggu kegiatan normalisasi Sungai Wulan dan Sungai Juwana, apakah nanti ada program ke situ juga apa tidak,” ucap Heri.

Baca juga: Kudus Berpotensi Diguncang Gempa Hingga 6 SR dari Sesar Kendeng

Heri melanjutkan, meski kondisi pintu tidak sepenuhnya normal, tetapi perawatan tetap dilakukan. Terutama terhadap pintu yang masih aktif, dengan cara memberikan pelumas pintu dan membersihkan secara rutin.

“Operator selalu memberikan perawatan secara rutin, seperti memberikan pelumas pintu, lalu pembersihan rumput. Kalau perawatan perawatan berkala di fisik, kalau penambahan di bangunan, ada kerusakan di pintu. ada penambahan jalan dicor, itu kegiatan berkala,” sambung dia.

Heri menjelaskan, adanya pintu pengendali banjir Bendung Wilalung dibangun bertujuan untuk mengatur dan mengelola pembagian banjir dari Sungai Serang dan Lusi ke arah Lembah Juwana dan ke Sungai Wulan.

“Tujuannya agar daerah rawa-rawa Lembah Juwana terjadi colmatase khusus kelompok Rawa Prawoto,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER