31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Capaian Vaksinasi di Jateng: Dosis Pertama 49,38 Persen, Dosis Kedua 23,69 Persen

BETANEWS.ID, SEMARANG – Capaian vaksinasi di Jawa Tengah terus meroket seiring dengan jumlah penyuntikan per pekan yang terus meningkat. Sejauh ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mampu menyuntikkan vaksin sekitar 2,5 juta per minggu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menyebutkan, capaian vaksinasi di Jateng sudah mencapai 49,38 persen untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua mencapai 23,69 persen dan dosis ketiga untuk nakes mencapai 0,48 persen.

“Beberapa daerah capaian vaksinasinya sudah ada yang lebih dari 50 persen. Bahkan sudah ada yang mencapai 122 persen. Tapi beberapa daerah juga ada yang masih di bawah 50 persen,” katanya usai rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernuran, Senin (11/10/2021).

-Advertisement-

Baca juga: 14 Daerah di Jateng Ini Nol Kasus Kematian Akibat Covid-19, Kudus dan Jepara Masuk di Dalamnya

Secara rinci, ia menyebut daerah yang cakupan vaksinasi Covid-19 di atas 70 persen, di antaranya Kota solo, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Tegal, Karanganyar, Klaten, dan Sukoharjo. Namun di sisi lain ada daerah yang cakupan vaksinasinya di bawah 50 persen.

Capaian vaksinasi dosis pertama terendah dipegang Banjarnegara dengan 27,76 persen, Cilacap 29,22 persen, Pemalang 29,33 persen, Brebes 29,71 persen, dan Batang 30,66 persen.

“Hingga saat ini vaksinasi Covid-19 di Jawa Tengah rata-rata sudah 49,5 persen. Ada daerah yang sebagian di bawah 50 persen, tapi juga banyak yang sudah di atas 70 persen,” ujar Yulianto Prabowo.

“Yang di bawah 50 persen tidak semuanya karena faktor ketersdiaan vaksin, tapi juga percepatan pelaksanaannya. Sehingga yang masih rendah kita dorong untuk melakukan suatu percepatan secara simultan berbasis pada desa. Jadi, kalau berbasis des aitu sangat bagus,” paparnya.

Baca juga: Bantu Daerah yang Vaksinasinya Rendah, Ganjar Minta Alokasi Khusus ke Kemenkes

Menurut Yulianto, vaksinasi Covid-19 berbasis desa sangat efektif untuk percepatan dan pemerataan. Baik yang total maupun lansia.

“Maka konsep vaksinasi berbasis des itu sangat bagus sekali, karena semua faskes bergerak Bersama. Kedua, lansia mudah aksesnya dan bisa jemput bola. Seperti di beberapa tempat yang sudah melakukan ini, di Boyolali ternyata cukup bagus baik total maupun lansia,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER