BETANEWS.ID, SEMARANG – Beberapa pengrajin souvenir di Kampung Souvenir, Kota Semarang gulung tikar lantaran tak dapat bertahan saat pandemi. Sejauh ini yang bertahan hanya tiga pengrajin.
Ketua RW Kampung Souvenir, Parsidi (80) mengatakan, banyak pengrajin souvenir yang tak bisa bertahan lantaran tak punya modal. Selain itu, para pengrajin juga terkendala aturan sosial distancing.
“Ya sekarang mati segan hidup juga tak mampu,” jelasnya saat ditemu di rumahnya, Selasa (14/9/2021).
Baca juga: Curhat Penjual Logam di Semarang, Pembeli Berkurang 90 Persen Selama Pandemi
Padahal, lanjutnya, sebelum pandemi banyak pemesanan yang datang ke tempatnya. Dalam satu bulan, dia bisa mendapatkan pesanan hingga ratusan souvenir.
“Saya itu juga pernah dapat pesanan 400 souvenir sebelum pandemi,” paparnya.
Namun, saat ini kondisinya benar-benar berbeda. Saat ini, pengrajin souvenir produksinya hampir mati. Padahal dulu terdapat banyak pengrajin yang laris.
“Sekarang tinggal tiga, padahal dulu itu nada enam pengrajin,” katanya.
Bahkan, beberapa pengrajin dari Kampung Souvenir yang dibentuk pada 2018 sempat kesulitan mencari bahan baku. Meski demikian, dia berharap agar warga tetap bertahan.
“Kemarin ada yang bilang kesusahan cari bahan, ya saya bilang harus cari,” paparnya.
Baca juga: Meski Sudah Dilonggarkan, Pelaku Wisata di Kota Lama Masih Kesulitan Jualan
Dia berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempunyai perhatian lebih kepada Kampung Souvenir. Menurutnya, banyak pengrajin yang kesusahan mencari modal setelah terpuruk saat pandemi.
“Ya kalau ada bantuan dari pemerintah mungkin kita bisa mulai lagi,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

