31 C
Kudus
Senin, Oktober 25, 2021
spot_img
BerandaFashionSukses di Usia...

Sukses di Usia Muda Ala Alina, Remaja Asal Kudus yang Punya Omzet Jutaan dari Jualan Hijab

BETANEWS.ID, KUDUS – Alina Roychatus Syajidhatul Husna (17) tampak telaten melipat berbagai warna hijab di rumahnya yang berada di Dukuh Bendo, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. setelah terlipat, ia lantas mengambil plastik yang akan digunakannya untuk membungkus hijab itu. Di dekatnya, tumpukan hijab yang sudah siap jual, tampak tertata rapi di atas meja.

Bagi Alina, kesibukannya berbisnis hijab itu sudah jadi aktivitasnya tiap hari. Apalagi, orangtuanya sudah mengajarkannya untuk berwirausaha sejak masih di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan tidak memberinya uang jajan.

“Saya sudah suka jualan sejak MI (Madrasah Ibtidaiyah). Semua keluarga juga suka jualan. Jadi, jiwa dagang sudah tertanam sejak kecil,” ungkapnya, Sabtu (7/7/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Kisah Rika, Mantan Marketing Bank yang Kini Sukses Bisnis Hijab Ar-Rikna

Awal perjalanannya di bisnis hijab dimulai saat di sekolah MTs yang mengharuskannya berpakaian Islami. Waktu itu, ia cukup kesulitan mencari kerudung syar’i dan kaus kaki. Jika pun ada, harganya mahal dan kurang pas di kantong para pelajar.

“Dari sini, saya mulai punya ide jualan hijab dengan modal kurang dari Rp 100 ribu. Waktu itu, saya mencari bahan di pasar dan menjahitnya sendiri, lalu saya jual,” beber siswa kelas XI MA Ma’ahid Kudus itu.

Awalnya, ia menjajakan dagangannya secara pre order (PO). Hingga pada 2018, bisnisnya makin mapan dan ia sudah punya brand sendiri yaitu Raycha Hijab. Kini, ia menjual berbagai model hijab seperti kerudung segi empat, pashmina, kerudung pad instan, kaos kaki, dan cadar. Ukuran kerudung mulai M hingga jumbo, dengan harga dari Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu. Sedangkan kaus kaki dan cadar Rp 12 ribu.

“Saya membuka usaha ini karena saya suka. Karena kalau tidak suka pasti tidak akan bertahan lama, dan saya meniatkan jualan ini sebagai dakwah saya,” ujarnya.

Meski sehari-hari ia harus menunaikan kewajibannya sebagai pelajar, Alina tidak merasa kesulitan dalam menjalankan bisnisnya. Justru, di sekolah menjadi ladangnya untuk berdagang. Apalagi saat pandemi ini justru semakin memudahkannya.

Baca juga: Mecca, Brand Hijab Milik Anak Muda Kudus yang Sedang Digandrungi Banyak Kalangan

“Dagangan saya sudah menjadi langganan di Ma’ahid, mulai guru hingga siswa dan beberapa mahasiswa di Kudus,” kata dia.

Kini, dia dapat menjual 15-20 kerudung per minggunya, kaos kaki sekali kulak habis dalam setengah bulan, dan bahkan ia pernah juga mendapat pesanan ribuan masker di awal pandemi. Karena bisnisnya semakin ramai, ia kini punya karyawan yang membantunya sebagai admin di Instagram @raychahijab.

“Omzet per bulannya jika diuangkan rata-rata Rp 2 juta. Tapi itu belum digunakan untuk modal dan membayar admin. Jadi belum dapat dikalkulasi berapa tepatnya,” tandas Alina.

Penulis: Endah Widyastuti (Mahasiswa Magang Iain Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,023PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
62,220PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler