31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaJATENGGanjar Tantang Semua...

Ganjar Tantang Semua Daerah di Jateng Habiskan Tiap Kiriman Vaksin Dalam Sehari

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menantang bupati dan wali kota se Jateng untuk menghabiskan stok vaksin yang dikirim dalam satu hari. Hal itu disampaikan Ganjar saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya, Selasa (14/9/2021).

Menurut Ganjar, tantangan ini sebagai upaya melakukan percepatan vaksinasi di Jateng yang saat ini baru 30 persen atau 8,7 juta orang.

“Saya berikan tantangan pada seluruh kabupaten/kota. Sanggup nggak sehari menyelesaikan itu. Pokoknya begitu dikirim vaksin, sehari langsung habis, kirim lagi langsung habis. Kalau sehari berat, ya bolehlah dua hari. Tapi tidak boleh sampai tiga hari,” katanya.

- Ads Banner -

Baca juga: Ganjar Luncurkan Bus Vaksin, Siap Jemput Bola di Area yang Sulit Dijangkau

Dengan begitu, maka Jateng dapat membuktikan performa ke pusat bahwa percepatan vaksinasi memang dilakukan. Dengan begitu, maka stok vaksin dari pusat akan terus digelontor ke Jateng.

“Sragen kemarin bisa, dikirim sehari langsung habis sehari itu. Bahkan bisa 100 persen. Akhirnya semua mengapresiasi, kita mengapresiasi dan mengirim stok banyak, pemerintah pusat mengapresiasi dan lainnya. Inilah percepatan yang bisa kita lakukan,” jelasnya.

Selain percepatan, yang tak boleh lupa, lanjut Ganjar, adalah perbaikan administrasi. Pencatatan vaksinasi harus dilakukan dengan tertib, baik di aplikasi P-care atau Smile.

“Kita itu kerjanya paket, ya nyuntik ya nyatetin di P-Care dan Smile karena itu kontrol sistemnya. Banyak daerah yang hanya pakai perasaan, Pak vaksin saya habis, padahal di Smile terlihat stok masih banyak. Pusat itu menentukan kiriman sesuai di aplikasi Smile, jadi saya minta semua harus rajin menginput,” tegasnya.

Baca juga: Untuk Capai Target Percepatan Vaksinasi, Jateng Butuh 2,5 Juta Vaksi Per Pekan

Tak hanya data vaksinasi, input data penambahan kasus juga harus dilakukan dengan benar. Kasus naiknya Brebes jadi level 4 ternyata karena input data yang tidak sesuai.

“Ternyata ada kejadian faskes yang memasukkan data delay ke sistem harian. Kan saya sudah bilang, data delay jangan dimasukkan ke data harian, serahkan ke kami nanti kami masukkan sistem yang sudah ada. Kalau dimasukkan ke data harian, ya pasti naik. Kalau naik, ya pasti levelnya juga naik karena itu rumus,” jelasnya.

Makanya, Ganjar akan melakukan pendampingan khusus pada daerah-daerah yang kesulitan soal input data. Tim sudah dikirimkan untuk menangani persoalan itu.

“Tidak hanya memperbaiki, tapi kita akan dampingi. Akan kita kirimkan tim ke sana,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler