BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 28 warga Kudus dinyatakan positif varian B16172 Delta atau varian India di Kudus. Namun, disbeutkan Bupati Kudus HM Hartopo, 20 orang tersebut telah sembuh. Sebab masa isolasi mereka telah melebihi 14 hari.
“Saya sendiri (yakin) mereka sudah sembuh. Seandainya isolasi, masa isolasi mereka sudah selesai,” kata Hartopo.
Baca juga : Ganjar Pastikan Ada Covid-19 Varian India di Kudus yang Menular Sangat Cepat
Meski begitu, pihaknya hingga kini belum menemukan sumber penularan dari Covid-19 varian India tersebut.
“Sekarang masih proses pelacakan dan sampai saat ini kami belum mendeteksi sumber penularannya,” kata Hartopo kepada awak media, Senin (14/6/2021).
Kabar tentang adanya migran dari India yang pulang ke Kudus, lanjut Hartopo, tidak ada. Pengetatan dan check point yang dilakukan di perbatasan kabupaten ditemukan, bahwa hanya ada dua orang yang dari luar negeri yang terdekteksi masuk Kudus. Itu pun mereka dinyatakan negatif Covid-19 dengan menunjukkan hasil tes rapid antigen yang berlaku 1×24 jam.
Begitu pun tentang kabar adanya warga Kudus yang bekerja di pelayaran dan pulang ke Kudus, hal itu juga tidak terdeteksi olehnya.
Hartopo juga tak henti-hentinya mengingatkan agar warga Kudus tak menganggap remeh Covid-19. Mereka yang pernah terkonfirmasi Covid-19 bisa jadi terserang penyakit lainnya. Sebab virus ini bisa merusak organ dalam tubuh manusia yang sebelumnya baik-baik saja.
Baca juga : Hartopo Diminta Segera Realisasikan Isolasi Terpusat di Kudus
“Ternyata Covid-19 bisa merongrong dan merusak tubuh. Banyak sekali kejadian. Ada yang setelah terkena covid malah kena penyakit gula dan jantung. Ada juga yang sampai sekarang tarikan nafasnya pendek. Covid memang bisa sembuh, tapi kalau merusak tubuh itu yang berbahaya,” terangnya.
Oleh sebab itu, Hartopo meminta kepada semua masyarakat Kudus untuk bersama-sama menekan angka penyebaran Covid-19 dengan 5M. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Editor : Kholistiono

