BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan mukena terlihat di sebuah rumah yang berada di Jalan Santren Pedak, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Beberapa perempuan tampak beraktivitas di sana. Satu di antara mereka yakni Maulida Arifyani (30), Pemilik Ribbie Rumah Produksi Busana dan Souvenir. Sambil melipat mukena, Arik begitu dia akrab disapa, sudi berbagi cerita kepada betanews.id, jika menjelang Lebaran ini terjadi lonjakan permintaan dan hal itu tentu berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah produksi.
Ia mengaku meningkatnya jumlah produksi itu sudah terjadi sejak tiga bulan menjelang bulan Ramadan. Terutama produksi mukena dan busana muslim untuk berbagai usia. Tak tanggung-tanggung, peningkatan produksi Ribbie meningkat hingga 80 persen dibanding hari-hari biasa.

Baca juga : Sebulan Jelang Ramadan, Penjualan Baju Muslim dan Anak-Anak di Pasar Kliwon Meroket
“Menjelang Lebaran, produksi kami meningkat hingga 80 persen. Tetapi yang paling meningkat mukenanya. Rencana tahun depan akan ada inovasi produk mukena. Kami akan mencari motif yang simpel, agar proses produksi lebih cepat. Karena saat ini kami merasa kewalahan,” kata ibu dua anak itu.
Bahkan, dirinya juga mengalami kendala kain, karena saat mendekati Ramadan, untuk mencari kain yang diinginkan sudah sulit. Selain itu, produk yang disiapkan untuk dijual mendekati Lebaran malah sudah mulai diborong pelanggan.
Arik menambahkan, jika ia memiliki empat koordinator penjahit. Setiap koordinator, memiliki empat hingga enam penjahit. Saat produksi meningkat, Arik mempercayakan kepada koordinator tersebut untuk peningkatan jumlah produksinya.
“Saya dan suami belanja kain, kemudian kami potong. Untuk penjahit nanti kami serahkan kepada koordinator yang biasa kami sebut benggolan,” tambahnya sambil tersenyum.
Baca juga : Gamis Andin dan Koko Mas Al Hits Banget Ramadan Ini, Toko Yuniar Pasar Kliwon Diserbu Pembeli
Hal senada disampaikan Naufal Haidar (24), Manajer Taneem. Pihaknya juga meningkatkan jumlah produksi menjelang Lebaran. Produksi busana muslim Teneem meningkat hingga 50 persen menjelang hari Raya Idul Fitri tahun 2021 ini. Hal tersebut sudah dipersiapkan empat bulan sebelum Ramadan. Ia tidak menambah jumlah karyawan, hanya menambah jam kerja saja.
“Untuk peningkatan produksi sudah kami perkirakan jauh sebelumnya. Empat bulan sebelum puasa sudah kami persiapkan dengan penambahan jam kerja,” terang Naufal saat ditemui di Desa Janggalan RT 03 RW 02, Kecamatan Kota, Kudus, beberapa waktu lalu.
Editor : Kholistiono

