31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Tunggakan Sewa Kios Pedagang Pasar Kliwon Kudus Capai Rp 7 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 2.417 pedagang di Pasar Kliwon Kudus menunggak pembayaran retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (PKD) atau sewa kios selama beberapa tahun. Total jumlah tunggakannya pun tak main-main, mencapai Rp 7 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto mengatakan, untuk jumlah tunggakan dari masing-masing pedagang bervariasi, karena disesuaikan dengan kios maupun los yang disewa.

Bahkan katanya, ada pedagang yang tunggakan sewa kiosnya mencapai Rp 60 Juta. Hal itu karena menunggaknya sejak tahun 2016 lalu.

-Advertisement-
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menunjukkan surat yang akan dikirimkan ke pedagang yang menunggak retribusi. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : Target Retribusi Pasar Kliwon Tahun Ini Naik Jadi Rp 2,4 Miliar

Di Pasar Kliwon, sebutnya, terdapat 36 ruko, 863 kios dan 1.356 los dengan jumlah total pedagang mencapai 2.500 pedagang. Sedangkan untuk tarif sewa kios maupun ruko, per meter persegi senilai Rp 500 setiap harinya. Sedangkan los sebesar Rp 250 per meter persegi setiap harinya pula.

“Minggu depan rencanaya kami kirimkan surat peringatan. Waktu pembayaran kami beri jangka waktu tujuh hari setelah diterimanya surat,” kata Harys saat ditemui di ruangannya, Kamis (22/4/2021).

Alasan banyak pedagang belum membayar sewa tersebut, kata Harys bermacam-macam. Salah satunya ada yang beralasan berpegangan pada surat hak guna bangunan (HGB) hingga tahun 2021, padahal hal tersebut sudah berakhir sejak tahun 2016.

Pada dasarnya, ungkap Harys, para pedagang sudah tau kewajibannya untuk membayar PKD. Bahkan di tahun 2019 lalu, ruko yang belum membayar PKD ditempeli stiker dengan tulisan “Belum Membayar Retribusi PKD”.

Hal itu kata Harys membuahkan hasil. Para pedagang berbondong-bondong membayar tunggakannya.

Tapi jika nanti pihaknya sudah memberi surat peringatan, para pedagang masih ngeyel tidak mau membayar, pihaknya tak segan-segan mencabut izin pemakaian kios, ruko, maupun los.

“Ya mau ngga mau ya harus bayar. Kalau tidak mau izin pemakaiannya kita cabut,” ungkapnya.

Agar tidak lagi terjadi tunggakan pembayaran PKD, untuk selanjutnya Harys berniat menggabungkan antara pembayaran retribusi harian yang biasanya dibayar setiap hari, dijadikan satu dengan PKD. Agar pedagang merasa lebih nyaman dan tidak terlalu keberatan membayar.

Baca juga : Penghasilan Kuli Panggul Pasar Kliwon Kalahkan Gaji Pegawai Kantoran

“Tapi kalau mau membayar setahun sekalian juga ngga papa, ” ungkapnya.

Sementara itu, selepas dari Pasar Kliwon, selanjutnya pengecekan PKD ini akan dilakukan di Pasar Bitingan dan Pasar Jember Kudus.

“Selain Pasar Kliwon belum ada tindakan. Mungkin nanti di Pasar Bitingan dan Pasar Jember, tapi menunggu setelah serah terima investor, ” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER