31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Peringati Hari Perempuan Sedunia, Mahasiswa Kudus Gelar Aksi Damai

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Eksekutif Mahasiswa Kudus (Femaku) melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Kudus pada Senin (8/3/2021). Aksi tersebut, dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia. Mimbar bebas telah mereka siapkan, begitu juga dengan alat pengeras suara. Satu orang perempuan berjilbab hitam maju ke depan untuk bernyanyi beberapa lagu diiringi musik dari kawan lelakinya.

Beberapa perwakilan mahasiswa juga melakukan orasi di depan teman-teman mereka. Selanjutnya, mahasiswa juga membagikan bunga untuk pengendara perempuan yang melewati Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Mahasiswa bagikan bunga kepada pengendara motor dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : Tuntut Diizinkan Manggung Lagi, Biduan di Kudus Demo Sambil Joget di Jalanan

-Advertisement-

Koordinator Lapangan (Korlap) Nurul Asnal mengungkapkan, ada sekitar 50 mahasiswa dari berbagai kampus di Kudus yang ikut aksi damai pada hari ini.

“Mahasiswa yang ikut aksi ini tergabung dalam Forum BEM Kudus. Di antaranya, dari Universitas Muria Kudus (UMK), Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Stikes Cendekia Utama Kudus, Akademi Keperawatan Krida Husada dan Politeknik Kudus,” jelas Nurul.

Perempuan yang juga merupakan Presiden BEM di UMKU ini berharap, semua elemen masyarakat agar menyadari pentingnya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUUPKS) dan pentingnya RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

“Kami juga mendorong agar pihak universitas membuat SOP mengenai penanganan kekerasan seksual di kampus, ” lanjutnya.

Pihaknya juga berharap agar di masing-masing BEM di Kudus segera membentuk divisi pemberdayaaan perempuan.

“Harapan kami di Hari Perempuan Sedunia ini, semoga perempuan diberikan wadah agar kita selalu merasa dilindungi dan disamaratakan. Tidak ada pemandangan gender atau membedakaan antara perempuan dengan laki-laki, ” sambung Nurul.

Baca juga : Tolak Demo Anarkis, Warga Semarang Contohkan Gelar Aksi Damai yang Santun

Salah satu pemgendara wanita yang lewat saat itu, Dina Mardhiya merasa tersanjung dengan diperingatinya Hari Perempuan Sedunia kali ini. Ia mengatakan, dengan adanya peringatan ini bisa mengingatkan kepada perjuangan para perempuan Indonesia dulu, salah satunya Raden Ajeng Kartika.

“Acara hari ini bagus, semoga bisa dilanjutkan. Kita sebagai perempuan merasa tersanjung. Apalagi sekarang sudah jadi ibu-ibu yang harus selalu merawat anak-anak dan menjadi ibu rumah tangga, ” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER