BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria mengenakan kaus lengan panjang bertuliskan BAGANA tampak memperbaiki rakit bambu di lokasi banjir di tepi Jalan Lingkar Barat, Desa Garung Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Setelah dirasa kuat, kemudian rakit tersebut dibawa menepi. Serta merta, beberapa warga pun naik ke atas rakit. Kemudian rakit itu didorong dan ditarik beberapa relawan. Selain perahu karet, rakit bambu hasil karya para relawan itulah yang jadi alat transportasi warga Dukuh Karangturi yang terisolasir karena banjir.
Sembari menarik rakit, satu di antara relawan yakni Munawar menuturkan, akibat Sungai Wulan yang meluap, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Kaliwungu. Satu di antaranya yang terisolir adalah Dukuh Karang Turi, Desa Setrokalangan. Agar tetap bisa beraktivitas, maka dibuatkan rakit bambu oleh para relawan untuk menyeberangkan warga.

Baca juga : Hingga Malam Air Terus Meluap, Warga Demak Diimbau Perkuat Tanggul
“Selain perahu karet, kami para relawan memang berinisiatif membikin rakit dari bambu untuk menyeberangkan warga dan kendaraannya. Tujuannya agar masyarakat Dukuh Karangturi bisa tetap beraktivitas seperti biasa. Sebab, yang kebanjirankan hanya akses jalannya. Kalau pemukimannya masih aman,” ujar Munawar kepada Betanews.id, Senin (1/2/2021).
Hal serupa juga dikatakan oleh relawan, yakni Muhammad Zaenuri selaku Kasat Koryon BAGANA Kecamatan Kaliwungu. Rakit dari bambu dibikin para relawan untuk membantu para warga yang terisolir banjir agar mereka tetap beraktivitas. Menurutnya, akses jalan Dukuh Karangturi sepanjang 1,5 kilometer terendam banjir. Dengan ketinggian air dari 20 sentimeter dan yang tertinggi sekitar 120 sentimeter.
Sedangkan kata dia, saat ini hanya ada perahu karet di tempat tersebut yang dijadikan alat penyeberangan. Oleh sebab itu, tuturnya, para relawan yang terdiri dari tim BAGANA, Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) dan BPBD Kudus membuat rakit. Soalnya banyak warga di dukuh tersebut yang aktivitas atau bekerja di luar dukuh tersebut. Sehingga, banyak warga yang ingin menyeberang.
Dia menambahkan, untuk rakit ini sebenarnya dikhususkan untuk mengangkut dan menyeberangkan motor warga. Sebab jika motor diangkut dengan perahu karet susah. Namun, kenyataannya rakit yang dibikin para relawan juga mengangkut warga dan kendaraan juga.
“Rakit ini inisiatif para relawan. Dananya juga dari para relawan. Untuk membuat rakit itu kemarin habis sekitar 10 batang bambu,” ungkapnya.
Muhammad Rokhim (32) satu di antara warga Dukuh Karangturi menuturkan, dengan adanya rakit yang dibikin para relawan sangat membantu para warga yang ingin menyeberang dan berakitivitas. Dia mengaku menyeberangkan motornya dan akan dititipkan pada kerabatnya di Desa Garung Kidul. Hal itu biar besoknya ia tidak perlu menyeberangkan motor lagi.
“Intinya dengan adanya rakit dan perahu karet, warga Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan sangat terbantu. Terima kasih para relawan dan semoga saja banjir secepatnya surut,” harap pria yang akrab disapa Rokhim.
Baca juga : Warga Wilalung Sedikit Lega, Air Sungai Jratunseluna Turun 20 Sentimeter
Sedangkan Kepala Desa Setrokalangan yakni Didik Handono Menuturkan, saat ini total ada sekitar 355 rumah dan 1.152 jiwa warganya di Dukuh Karangturi yang terisolir banjir. Menurutnya, pemukiman di Dukuh Karangturi tidak kebanjiran, hanya akses jalannya saja yang terendam.
“Saat ini ada beberapa relawan dari berbagai pihak yang membantu penyeberangan para warga agar mereka tetap beraktivitas. Semoga banjir lekas surut,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

