Banjir di Desa Tanjungkarang Terus Meluas, Hari Ini Sudah Rendam 154 Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus terus meluas. Jika Selasa (2/2/2021) merendam 62 rumah, hari ini, Rabu (3/1/2021) telah menggenangi 154 rumah.

Sekretaris Desa Tanjungkarang, Aklisia Nandayana mengungkapkan, banjir yang melanda di desa tersebut sudah terjadi sejak awal Januari 2021. Di Desember banjir juga sempat melanda, tapi cepat surut. Sedangkan banjir di awal Januari lalu itu sampai sekarang belum juga surut.

Beberapa warga Desa Tanjung Karang tampak beraktivitas di tengahbanjir. Foto: Kaerul Umam.

“Banjir ini sudah sejak awal Januari, kemaren bulan Desember sempat melanda di desa kami, tapi langsung surut. Sebagian daerah Utara hanya limpasan air dari sungai, yang biasanya 1 hingga 2 hari bisa langsung surut. Akan tetapi, di daerah Selatan lama surutnya,” beber wanita berjilbab itu di ruangannya, Rabu (3/2/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Banjir di Kecamatan Kaliwungu Kudus Sudah Mulai Surut

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan kondisi ini, hampir semua akses jalan di Desa Tanjungkarang tergenang banjir dengan ketinggian berbeda-beda. Menurutnya, daerah Selatan ketinggian banjir mencapai 45 sentimeter, sedangkan di daerah Utara ketinggian 5 hingga 20 sentimeter. Warga yang terdampak banjir tersebut di RW 3, 5, 6, dan 7.

“Rata-rata di RW 7 hampir 90 persen akses jalan tergenang air, dan tidak semua rumah warga kebanjiran. Hanya saja askes jalan yang tergenang,” ungkapnya.

Di singgung soal warga yang terdampak, wanita yang akrab disapa Noni itu menjelaskan, warga yang terdampak banjir hari Selasa (2/2/2021) itu ada 62 rumah, 74 Kartu Keluarga (KK), dan 226 jiwa. Sedangkan hari ini Rabu (3/2/2021), 154 rumah, 172 KK, dan 591 jiwa.

Baca juga: Terkendala Dana, Hartopo Minta Kudus Dibangunkan Embung oleh Ganjar

Dia menyebutkan, efek dari banjir yang melanda di desa tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi dan pendangkalan Sungai Gayam atau Kencing. Menurutnya, pihaknya sudah mengajukan normalisasi sungai melalui Pemerintah Kabupaten ataupun Pemerintah Provinsi.

Salah satu warga Juremi (52) mengatakan, saat ini banjir yang melanda di RW tempat tinggalnya tersebut ketinggiannya 50 sentimeter dan mengalami kenaikan dari hari sebelumnya.

“Saat ini ketinggian air 50 sentimeter, dan mengalami kenaikan dari kemarin dengan ketinggian 40 sentimeter. Kemaren air belum menggenangi rumah, saat ini air menggenangi rumah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER