Ada Usulan Vaksinasi Mandiri, Ganjar: ‘Yang Mampu, Nggak Papa Mandiri’

BETANEWS.ID, KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempersilahkan masyarakat yang mampu untuk melakukan vaksinasi mandiri, jika usulan tersebut disetujui pemerintah pusat. Menurutnya, jika izin itu keluar, ia menduga akan banyak masyarakat yang siap.

“Yang mampu, menurut saya nggak papa mandiri. Wong mereka juga pengen cepat. Tapi mengko sek, wong barange ora enek (Tapi nanti dulu, wong barangnya tidak ada),” katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kudus, Selasa (26/1/2020).

Selain soal vaksinasi mandiri, Ganjar juga menegaskan vaksin untuk tenaga kesahatan dan masyarakat umum sama. Yang membedakan hanyalah peruntukan vaksin itu yang punya ketentuan berbeda. Seperti Vaksin Sinovac itu diperuntukkan usia 19 hingga 59 tahun dan yang tidak bisa dicover vaksin Sinovac akan diganti dengan vaksin lain.

-Advertisement-

Baca juga: Cek Vaksinasi Nakes di Kudus, Ganjar: ‘Kalau Rumah Sakit Bisa 400 Sehari, Genjot Terus’

“Vaksin untuk nakes dan masyarakat umum sama. Tapi kan ada masyarakat yang sudah konsultasi, Saya nggak mau made in sini, Pak, saya mau made in sana. Itu kan ya terkait keyakinan saja,” jelasnya.

Ditanya soal giliran masyarakat umum, Ganjar memastikan bahwa nanti akan mendapat giliran sesuai dengan skala prioritas. Namun, untuk masyarakat sendiri juga masih ada pembagian prioritas, seperti kelompok-kelompok yang memang perlu menjadi perhatian utama, terutama kelompok rentan.

“Masyarakat umum nanti. Ini tahapannya setelah nakes, layanan publik, baru masyarakat,” beber Ganjar.

Diketahui, tinjauan Ganjar ke beberapa daerah itu untuk memastikan target vaksinasi tercapai tepat waktu. Saat ini, pihaknya menargetkan vaksinasi di rumah sakit mencapai 200 nakes sehari dan Puskesmas 50.

Baca juga: Vaksinasi Tahap I di Jateng Bisa Selesai Lebih Cepat, Ini Target untuk Puskesmas dan Rumah Sakit

“Kalau sehari puskesmas bisa 50 (vaksinasi), RS bisa 200 tercapai, itu cepat. Tapi kalau kemampuan 50 itu sebenarnya bisa naik 100, ya genjot sampai 100. Begitu juga kalau rumah sakit bisa 400, genjot terus,” ungkapnya dengan semangat.

Ganjar menilai, pelaksanaan vaksinasi pada hari kedua di Kabupaten Kudus berjalan cukup lancar, sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain. Pihaknya menargetkan vaksinasi bagi 166.078 tenaga kesehatan di Jateng dapat mencapai 100 persen. Dengan catatan, pengecualian bagi yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) atau sedang hamil.

“Kudus di hari kedua berjalan cukup lancar, dan kita jadikan suatu sample setelah tadi saya melihat di demak juga. Total nakes (di Jateng) 166.078, ada yang komorbid dan hamil, di luar itu tergetnya harus 100 persen,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER