BETANEWS.ID, SEMARANG – Pemprov Jateng telah menerima 62 ribu dosis vaksin Sinovac pada tahap pertama. Vaksin tersebut telah diterima Pemprov pada Senin (4/1/2021)/ Secara keseluruhan, 23,3 juta warga Jateng akan mendapatkan vaksinasi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan tahapan vaksinasi tersebut. Pada tahap pertama, sebanyak 177.784 dosis akan digunakan vaksinasi untuk tenga kesehatan.
Kemudian pada tahap kedua vaksinasi akan ditujukan kepada pelayanan publik, antara lain TNI/Polri, Satpol PP, petugas bandara, pelabuhan, KA, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat. Jumlahnya sebanyak 1,1 juta.
Baca juga: 62 Ribu Vaksin Cinovac Tiba di Jateng, Vaksinasi Dimulai 14 Januari
“Setelah itu untuk masyarakat rentan akan dilakukan vaksinasi pada tahap ketiga, ada sebanyak 11,4 juta. Dan tahap keempat untuk masyarakat umum lainnya 6,04 juta serta masyarakat lain termasuk pelaku ekonomi 4,5 juta,” jelas Ganjar saat mengecek vaksin Sinovac, kemarin.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, satu orang nantinya mendapat vaksin dua kali, sehingga tahap pertama nanti ada 31.255 orang yang divaksin.
“Kami prioritaskan untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan sebagai pihak yang memiliki risiko tinggi tertularnya Covid-19. Proses vaksinasi direncanakan dimulai pada tanggal 14 Januari nanti,” kata Yulianto.
Gandeng Puskesmas dan Klinik Swasta
Yulianto menambahkan, terkait proses vaksinasi, nantinya seluruh Puskesmas di Jateng yakni 878 dan 316 rumah sakit akan menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi. Beberapa klinik swasta juga akan digandeng untuk pelaksanaan vaksinasi itu, dengan syarat tertentu.
“Untuk vaksinator, sudah kami siapkan dan kami latih. Vaksinasi tahap pertama ini, ada 2.785 petugas yang sudah dilatih. Sementara tahap kedua sudah ada 6.317 vaksinator dan akan terus berjalan,” terangnya.
Baca juga: Puluhan Penumpang di Terminal Jati Kudus Dites Rapid Antigen
Disinggung terkait keamanan vaksin, Yulianto mengatakan bahwa vaksin yang nantinya digunakan di Indonesia sudah dijamin keamanannya. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena vaksin sudah terjamin keamanan dan kehalalannya.
“Efektivitas dan keamanan sudah teruji secara klinis beberapa tahap, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kehalalan juga sudah terjamin,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

