BETANEWS.ID, KUDUS – Sebuah restoran berwarna hijau terlihat cukup ramai, Senin (21/12/2020). Beberapa orang di dalamnya tampak duduk bercengkerama sambil menunggu menu pesanannya datang. Sedangkan seorang pria di bagian dapur tampak cekatan menyiapkan menu makanan pesenan pembeli. Ia adalah Mafas Andarmulyan (28) owner Sego Njamoer.
Menurut Mafas, Sego Njamoer merupakan inovasi terbarunya yang menyajikan makanan sehat dengan rasa yang tetap enak. Apalagi, jamur merupakan salah satu bahan makanan yang mempunyai segudang manfaat untuk tubuh.

“Karena jamur rasanya hampir kayak daging, jadi olahan Sego Njamoer ini bisa menjadi pilihan untuk teman-teman yang sedang menjalani progam diet,” jelasnya.
Baca juga: Racikan Bumbu Pedas di Pentol Ngosos Ini Membuat Banyak Remaja Tergila-gila
Resto yang sudah dibuka sejak 2018 lalu itu memang menyediakan berbagai varian menu olahan jamur. Mulai dari sego njamoer dengan berbagai pilihan rasa dan toping, lalu ada geprek jamur, pentol jamur, sate jamur, cireng jamur, dan aneka rice bowl jamur.
“Dari banyaknya pilihan menu itu, geprek jamur lah yang paling best seller,” ungkapnya di resto yang buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB itu.
Selain menyajikan makanan sehat, Sego Njamoer juga mematok harga terjangkau, agar bisa menyasar semua kalangan. Rentang harga dimulai dari Rp 6 ribu untuk Sego Njamoer hingga Rp 20 ribu untuk menu rice bowl. Mafas mengungkapkan, ketika sedang ramai-ramainya, Sego Njamoer bisa menghabiskan hingga tujuh kilogram jamur tiram dalam setiap harinya.
“Untuk menu, kita menggunkan 2 jenis jamur yaitu jenis jamur kuping dan jamur tiram,” jelasnya.
Baca juga: Makan Sate Kambing di Sini Harganya Cuma Rp 15 Ribu, Bisa Ambil Nasi Sepuasnya
Selain menjual di resto, Mafas juga menyediakan menu makananya di GoFood, GrabFood, dan Kopdar. Selain itu, Sego Njamoer juga menerima pesanan dengan jumlah banyak untuk acara-acara spesial.
“Untuk kedepannya saya akan menambah menu-menu baru lagi, agar semakin banyak pilihan olahan jamur untuk para pembeli,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

