31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Kaus Murah Merakyat, Rp 100 Ribu Sudah Dapat Lima Buah

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan KHR Asnawi tepatnya di depan makam Desa Bakalankrapyak, tampak dua orang sedang memilih baju di sebuah lapak yang menjajakan pakaian.Di sisi lain, seorang pria terlihat sedang melayani pembeli dengan sabar. Pria tersebut yakni Muhammad Hendro (32), pemilik lapak Kaos Murah Merakyat.

Di sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Hendro itu bersedia berbagi informasi tentang usahanya itu. Ia mengatakan, merintis usaha tersebut sejak Agustus 2019. Usahanya itu, menjual kaus dan celana pendek. Produk yang dijualnya itu, dibanderol dengan harga yang murah meriah, yakni Rp 100 ribu dapat 5.

Salah seorang konsumen sedang membeli kaus dari lapak Hendro. Foto: Khaerul Umam

Baca juga : Kisah Jatuh Bangun Dicky di Usaha Sablon Kaus Hingga Punya Mesin-Mesin Canggih

-Advertisement-

“Untuk ukuran yang tersedia di sini yaitu ukuran L dan XL. Pembeli bisa memilih sendiri ukurannya dan warna bebas. Sedangkan, untuk bahan kaos yang saya jual berbahan polister 20s,” beber warga Desa Karang Malang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu, Jumat (25/12/2020).

Hendro menuturkan, awal mula dirinya merintis usaha tersebut lantaran ingin berjualan baju yang murah dan cepat laku. Dirinya mengaku, idenya itu terinspirasi dari temannya yang sudah lebih dahulu memasarkan baju dengan harga murah.

“Awal mula terinspirasi dari teman yang jualan pakaian murah. Saya berpikir, kalau kaus yang mahal sudah biasa, jadi saya mencoba untuk berjualan kaos yang murah dan itu akan menarik minat pembeli,” katanya.

Usaha yang sudah berjalan selama 1 tahun lebih itu, sudah mempekerjakan 5 orang karyawan yang tersebar di eks Karesidenan Pati. Hendro menambahkan, jika membeli kaus hanya 1 pcs, maka harga satuannya Rp 25 ribu. 2 pcs harganya Rp 45 ribu, dan jika mengambil banyak, harganya grosir. 100 pcs barang dengan harga satuan Rp 15 ribu.

Baca juga : Mau Buat Kaus Olahraga Budget Murah? Moeria Jersey Sport Bisa Wujudkan Impianmu

“Alhamdulillah untuk saat ini sehari bisa menjual 50 pcs. Rata-rata pembelinya kebanyakan remaja, ada juga orang dewasa,” jelas Hendro.

Kemudian, untuk kendala yang dialaminya, adalah di saat hujan. Karena lapaknya itu tidak memiliki atap. “Saya berharap semoga ke depannya bisa semakin ramai, laris terus menerus, dan bisa di kenal oleh masyarakat,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER